Berita Travel
Anda Mungkin Sudah Lama Bertanya, Kenapa di Hotel Tak Disediakan Guling?
Traveler mungkin tidak ada yang sadar jika hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di kamar.
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Traveler mungkin tidak ada yang sadar jika hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di kamar.
Hal ini menjadi sejumlah fakta unik hotel yang mungkin tidak disadari saat kamu menginap.
Bagi orang Indonesia, guling merupakan teman tidur yang wajib ada di kasur.
Sementara jam dinding biasanya dijadikan hiasan di kamar.
Pernahkah kamu tahu kenapa kamar hotel tidak menyediakan guling dan jam dinding?
• Roy Suryo Soroti PANCI di Belakang Jokowi dalam Video Lebaran, Gus Nadir: Gak Ngefek Pada Kebijakan
• UPDATE COVID-19 RSD Wisma Atlet Senin 25 Mei, Pasien Positif Corona Mencapai 903
• Pakai Kitab Mujarobah dan Primbon Jawa, Aliran Kejawen & Alif Rebo Wage Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Dirangkum TribunTravel, berikut fakta unik hotel jarang menyediakan guling dan jam dinding di kamar.
Ada beberapa alasan kenapa hotel jarang menyediakan guling di kamar, di antaranya:
1. Hotel mengadopsi gaya hidup western
Hotel Grand Fatma di Kutai Kartanegara (Pegipegi)
Guling pertama kali muncul ketika Belanda menjajah Indonesia beberapa ratus tahun yang lalu.
Inilah yang akhirnya membuat guling dikenal di Belanda dan Indonesia.
Karena hotel mengadopsi gaya hidup western yang mengacu pada hotel-hotel di negara barat, maka dalam pelayanan hotel ala barat tidak dikenal adanya guling.
Jadi hotel di Indonesia pun juga tidak menyediakan guling meskipun beberapa hotel ada yang menyediakan.
2. Guling tidak higienis
ilustrasi menggunakan guling saat tidur (instagram/mandalaliving)
Alasan kedua yakni hotel berusaha memberikan kehigienisan di kamar.
Bayangkan saja tamu-tamu hotel yang datang dari berbagai macam kalangan tidur dan menginap di hotel.
Berbeda dengan bantal yang hanya kena kepala, guling bisa saja dipeluk, dan dimainkan.
Terlebih jika terjadi gesekan antara kulit manusia yang bermacam-macam dengan guling, maka akan membuat guling menjadi kotor.
Apalagi jika tamu hotel tidak mandi atau punya penyakit kulit, tentu rasanya guling menjadi kurang higienis meski sudah dicuci.
3. Orientasi tamu hotel adalah turis
Turis asing berpose di depan salah satu homestay di Dieng Kulon, Banjarnegara. (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)
Turis asing adalah pelanggan hotel yang berasal dari berbagai negara, dan di negara lain tidak ditemui sesuatu yang bernama guling.
Kalau turis asing saja tidak membutuhkan guling untuk apa hotel menyediakan guling.
4. Tamu yang menginap biasanya membawa pasangan
Ilustrasi pasangan tamu yang menginap di Hotel (pexels.com)
Kalau mendengar kata hotel apa yang terlintas di kepalamu?
Inilah kenapa hotel identik dengan tempat menginap pasangan lawan jenis.
Kalaupun tidak membawa pasangan biasanya dengan teman atau keluarga.
Bisa dikatakan jarang orang menginap di hotel sendirian kecuali tamunya jomblo.
Jadi persepsinya untuk apa disediakan guling jika ada 'guling' yang bisa dipeluk.
5. Ada tapi harus minta
Ilustrasi (rally13.com)
Di Indonesia ada beberapa hotel yang menyediakan guling di kamar hotel, namun ada juga guling yang menunggu permintaan dari tamu hotel.
Akan tetapi mayoritas hotel tidak menyediakan guling, hingga terpaksa bantal dijadikan guling.
Sedangkan fakta unik mengapa hotel jarang menyediakan jam dinding di kamar di antaranya:
1. Menganggu ketenangan
Ilustrasi (cappersfarmer.com)
Alasan pertama hotel jarang menyediakan jam dinding di kamar karena dianggap bisa menganggu ketenangan.
Saat menginap di hotel, para pengunjung mengharapkan bisa tidur dan istirahat dengan nyaman dan nyenyak.
Keberadaan jam bisa mengganggu ketenangan, karena bunyi detak jarum jam yang cukup mencolok saat suasana kamar sedang hening.
Begitu pula dengan jam alarm.
Alarm yang berbunyi kencang akan mengganggu jam tidur para tamu.
Keberadaan jam alarm ini tidak terlalu penting, karena kalau ingin bangun lebih cepat, tamu bisa meminta bantuan pelayan hotel untuk membangunkannya.
2. Kemungkinan dibawa pulang tamu hotel
Ilustrasi (Kompas.com)
Kedua, ada juga yang berpendapat kalau meletakkan jam dinding di dalam kamar hotel terlalu riskan untuk diambil dan dibawa pulang oleh para tamu.
Jadi untuk mencegah hal ini, pihak pengelola hotel memutuskan untuk tidak meletakkan jam di dalam kamarnya.
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kamar-hotel-jua-neh_20151011_141805.jpg)