Breaking News:

Berita Tanahlaut

Awas, Bagi Membandel! Siap-siap Tinggal di Kamar Eks Ruang Jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

Eks ruang jenazah RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari, ditata sedemikian rupa jadi kamar karanti menampung orang-orang bandel terjaring reaktif Covid-19

istimewa/Humas Pemkab Tanahlaut
Wakil Bupati Tanahlaut, Abdi Rahman, meninjau kamar-kamar baru untuk tempat karantina orang reaktif covid di eks RSUD Hadji Boejasin, dua hari lalu. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Eks ruang jenazah RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari, ditata sedemikian rupa jadi kamar pembinaan menampung orang-orang bandel terjaring reaktif Covid-19.

Penataan dan pelengkapan fasilitas di eks kamar jenazah (mayat) RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, telah rampung.

"Saat ini sudah siap dihuni. Fasilitasnya sudah kami lengkapi seperti tempat tidur dan lainnya," sebut Wakil Bupati Tala Abdi Rahman, Senin (25/5/2020).

Ia menuturkan setelah ditata sedemikian rupa, eks kamar mayat tersebut dapat disulap menjadi tiga unit kamar. Selain itu juga ada fasilitas kamar/mandi secara terpisah.

Selanjutnya eks kamar jenazah tersebut akan digunakan untuk menampung orang-orang yang bandel seperti nongkrong di warung-warung dan hasil rapid test-nya reaktif Covid-19.

Jangan Asal Masuk Kantor Setelah Lebaran? Berikut Daftar Aturan Baru Karyawan Jika Harus ke Kantor

YNCI Banjarmasin Bantu Panti Asuhan dan Bagikan Masker serta Hand Sanitizer, Ini Susunan Pengurus

JAMBI GEGER, Mayat dengan Luka Bakar di bokong Baju Robek-robek Tergeletak Dekat Objek Wisata Aroma

Adik Via Vallen Positif Terinfeksi Virus Corona, sang Pedangdut dan Keluarganya Langsung Lakukan Ini

Kebijakan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai sock therapy bagi warga Tala. Tujuannya agar tak menyepelekan protokol cegah tangkal covid-19 seperti larangan berkerumun dan membiasakan mengenakan masker.

Lebih lanjut Abdi mengatakan beberapa bangunan di sekitar kamar mayat juga telah rampun dibenahi. Juga telah siap ditempati orang-orang yang reaktif covid-19.

Di antaranya ruang radiologi di depan kamar mayat serta bangunan dapur di belakang kamar mayat. "Kapasitasnya bisa untuk menampung 15 orang, rinciannya tujuh perempuan dan delapan laki-laki," bebernya.

Semua kamar telah dilengkapi fasilitas tempat tidur minus kamar mandi/toilet. "Jadi, untuk kamar mandi dan toiletnya jadi satu yang di kamar mayat itu," jelas Abdi.

Penambahan kamar baru untuk tempat karantina kesehatan terpusat pasien reaktif covid-19 tersebut tak termasuk 105 unit kamar lainnya yang telah lebih dulu disiapkan yang saat ini telah penuh terisi. Sementara kamar untuk pasien konfirmasi positif dari kapasitas 35 orang telah terisi 32 orang.

Kalangan warga Tala mendukung upaya Pemkab Tala melakukan sock therapy bagi orang-orang yang masih bandel keluyuran dan berkerumun.

"Iya bagus saja disiapkan kamar khusus bekas kamar mayat. Biar jera," ucap Suriansyah, warga Pelaihari.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved