Breaking News:

PSBB Kota Palangkaraya

Gubernur Kalteng Minta Pelaksanaan PSBB Palangkaraya Dilanjutkan, ini Alasannya

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran menghendaki agar pelaksanaan PSBB di Kota Palangkaraya tetap dilanjutkan

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost/fathurahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (24/5/2020) tuntas dilaksanakan selama 14 hari sejak pelaksanaan pertama Senin (11/5/2020) lalu.

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin dan Wakil Wali Kota Umi Mastikah, bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya telah memutuskan PSBB tidak diperpanjang, dan dikembalikan seperti semua pelaksanaan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) dengan berbagai pertimbangan.

Namun, belakangan, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran menginginkan hal yang berbeda setelah mendapat masukan dan pertimbangan dari beberapa pihak yang menghendaki agar pelaksanaan PSBB di Kota Palangkaraya tetap dilanjutkan.

Bolehkah Menggabung Puasa Syawal dengan Qadha Puasa Ramadhan? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Ini

Ayah Pasien Klaster Gowa, Anaknya Bayi 12 Bulan Ikut Positif Covid-19, Begini Nasib Sang Bunda

Tabiat Asli Didi Kempot Diungkap Saputri si Istri Pertama, Yan Vellia Juga Sebut Watak Hebat Suami

Salah satu pertimbangannya adalah terjadi trend peningkatan kasus Positif Covid 19 di Kota Palangkaraya.

Ini kemudian, membuat masyarakat bingung karena ada yang berlawanan dalam keputusan terebut, sehingga warga berharap ada keputusan yang pasti terkait pelaksanaan PSBB.

"Kami bingung, apakah PSBB tetap dilaksanakan atau diganti PSKH, karena antara Pemprov Kalteng dan Pemko Palangkaraya masih belum sinkron," ujar Rizal salah seorang warga Palangkaraya, Senin (25/5/2020).

Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan kepada Wali Kota Palangkaraya tentang hasil Rapat Evaluasi Penerapan PSBB di Kota Palangkaraya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah.

"Tim Pakar Epidemiologi yang berasal dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Palangkaraya dan Tim Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya yang rapat tanggal 23 Mei 2020 kemarin, menyimpulkan PSBB di Kota Palangkaraya direkomendasikan dilanjutkan" ungkap Sugianto Sabran.

Kasus konfirmasi positif di Kota Palangkaraya cenderung mengalami pertambahan yaitu sebanyak 55 konfirmasi positif pada tanggal 11 Mei 2020 menjadi 77 konfirmasi positif pada tanggal 23 Mei 2020, sebab itu."Memperhatikan hasil evaluasi, agar Saudara Wali Kota mempertimbangkan perpanjangan penerapan PSBB dengan mempertajam penerapannya pada skala kelurahan zona merah," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved