PSBB Kota Palangkaraya

Jalur Darat Dijaga Ketat, Pemudik dari Palangkaraya Nekat Melewati Jalan ini

Namun hal ini tidak menyurutkan pemudik untuk tetap mudik meski melewati jalur sungai atau melalui jalan tikus.

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Petugas Dishub saat melakukan pengecekan lokasi dermaga yang dipakai untuk mengangkut pemudik 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah 14 hari dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Palangkaraya.

Konsentrasi penjagaan dilakukan pada lalulintas darat terutama pada jalur trans Kalimantan.

Pemudik kesulitan melintasi penjagaan jalur darat tersebut, karena banyaknya pemasangan sekat di perbatasan antar kota.

Namun hal ini tidak menyurutkan pemudik untuk tetap mudik meski melewati jalur sungai atau melalui jalan tikus.

Nama Ariel NOAH Terbawa-bawa Saat Tante Ernie Jadi Tamu Acara Feni Rose, Fans Ayah Alleia Protes

80 Pedagang Pasar Besar Palangkaraya Rapid Test, ini Jumlah yang Terdata Reaktif

Penampakan Senyum Ashraf di Foto Lebaran BCL & Noah Disorot, Luna Maya & Baim Wong Ikut Komentar

Pemudik memilih berangkat pada malam hari agar tidak terdeteksi petugas, karena konsentrasi penjagaan dilakukan lewat jalur darat.

Informasi warga, ada beberapa pelabuhan sungai yang dijadikan pemudik sebagai jalur jalan tikus ketika tidak bisa masuk dari luar menuju Palangkaraya, seperti Pelabuhan Bereng bengkel, Danau Tundai, Kameloh Baru dan Tanjung Pinang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman Pakpahan, Senin (25/5/2020) tidak menyangkal adanya kemungkinan tersebut.

Dia pun kemudian meminta pegawainya untuk menjaga sejumlah pelabuhan sungai yang selama ini sepi pengguna.

Menurut Alman, pihaknya telah mendapat Informasi terkait jalur tikus yang diduga digunakan pemudik untuk lepas dari pantauan petugas.

Sejumlah pelabuhan tersebut sudah dijaga oleh petugas tim gabungan.

Tim yang bertugas terdiri dari Dinas Perhubungan Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat kelurahan, Kecamatan Sebangau dan tokoh masyarakat.

Untuk mengantisipasi masuknya pemudik dari arah Kabupaten Pulang Pisau-Kapuas dan Banjarmasin.

"Pintu masuk jalur sungai juga diperketat," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / Faturahman

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved