Berita Tanahlaut

Dispora Kabupaten Tala Akan Bangun Ini di Kolam Renang Tirta Kenanga

Kolam renang masih ditutup, Dispora Kabupaten Tanahlaut beralasan ingin bangun bak penampungan senilai Rp 400 juta supaya airnya lebih berkualitas.

banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kolam renang Tirta Kencana Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Hingga kini Kolam Renang Tirta Kenanga tak kunjung dibuka kembali untuk umum oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Sementara itu, pembenahan dan pelengkapan fasilitas penunjang terus dilakukan.

Tahun ini (2020) setidaknya ada satu kegiatan fisik yang akan dilaksanakan, yaitu pembangunan bak penampungan air. Sekaligus memperdalam sumber air berupa guntung (cekungan) yang berada tak jauh dari kolam renang tersebut.

Di sisi lain, masyarakat Tala khususnya warga Kota Pelaihari telah lama menantikan fasilitas umum tersebut dibuka kembali.

"Tolong dong segera dibuka lagi. Masak sudah bagus setelah direhab total, tapi tak bisa dimanfaatkan, kan sayang," ucap Rahman, warga Pelaihari, kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (26/5/2020).

Ingin Kolam Renang Tirta Kenanga Dioperasikan Lagi? Ini Syarat dari Polres Tanahlaut

Baru Dibuka Kembali, Kolam Renang Tirta Kenanga Pelaihari Telan Korban Jiwa, Begini Kejadiannya

Ia mengatakan sangat ingin mengasah kemampuannya berenang. Pasalnya di Pelaihari cuma ada satu kolam renang, yakni Kolam Renang Tirta Kenanga milik Pemkab Tala yang berada di kawasan Jalan Kolonel Soepirman yang berdekatan dengan RTH Kijang Mas Permai.

"Ada sih di Desa Tampang kolam renang milik swasta. Tapi, kan jauh sekitar enam kilometer dari Kota Pelaihari. Jadi, paling enak sudah ya kolam renang yang dekat RTH itu," sebutnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tala, Lutfiati Uyun, mengatakan Banjarmasinpost.co.id, belum bisa memastikan kapan kolam renang tersebut dapat dibuka kembali untuk umum.

Pasalnya, fasilitas belum lengkap, terutama mengenai pengalolaan air kolam, apalagi saat ini terjadi pendemi Covid-19.

"Air kolamnyakan belum bagus. Saat ini kami masih fokus untuk meningkatkan kualitasnya dulu. Kami tak ingin seperti itu, akibat kualitas air yang kurang bagus lalu banyak pengunjung yang mengeluh matanya sakit dan lainnya," jelasnya.

Tahun ini pihaknya telah menganggarkan senilai Rp 400-an juta untuk peningkatan kualitas air kolam tersebut. Caranya yakni membangun bak penampungan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air dari sumur bor.

Kolam Renang Tirta Kenanga Sempat Ditutup karena Masalah Kebersihan, Kini Ditutup Lagi karena ini

Kolam Tirta Kenanga Pelaihari Disegel, Syamsul Bingung Latih Anak Didiknya

"Jadi nanti sebelum dialirkan ke kolam renang, air yang disedot dari sumur bor ditampung dulu di bak penampungan. Di bak itu airnya diolah dulu, dibersihkan dijernihkan, diobati. Setelah kualitasnya bagus, barulah dialirkan ke kolam," sebut Lutfiati.

Bak penampungan tersebut juga berfungsi untuk menampung kembali air kolam yang disedot. Selama ini, untuk mengurangi kotoran yang terlarut, sebagian air kolam disedot dan dibuang. "Nah, itu nanti tak dibuang lagi, tapi dimasukkan ke bak penampungan dan diolah lagi. Jadi, tak terbuang percuma," tandasnya.

Dikatakannya, secara teknis air sedotan dari kolam masih memungkinakn untuk diolah kembali hingga beberapa kali. Ini sangat bermanfaat pada musim kemarau ketika sumber air baku menyusut.

Pejabat eselon II di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan lantaran adanya pandemi covid-19 pihaknya pun terpaksa melakuan rasionalisasi kegiatan dan menyusun ulang kegiatan prioritas. Karenanya kegiatan pembangunan bak penampungan tersebut akan kembali diusulkan pada anggaran biaya tambahan (ABT) pertengahan tahun ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved