Ekonomi dan Bisnis

Driver Jasa Ekspedisi Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19, Asperindo Kalsel Akui Keberatan

Ketua DPW Asperindo Kalsel, Depi Hariyanto mengatakan pihaknya keberatan dengan pemberlakuan wajib surat sehat bebas Covid-19 bagi driver ekspedisi

Istimewa/Instagram J&T Express Banjarmasin
Mobil angkut J&T Express Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua DPW Asperindo Kalsel, Depi Hariyanto mengatakan pihaknya keberatan dengan pemberlakuan wajib surat sehat bebas Covid-19 bagi driver ekspedisi.

Keberatan itu terkait SK Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) mengenai pembatasan arus mudik orang dari luar Kalteng, turut membatasi aktivitas ekonomi yang berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di antaranya setiap sopir atau driver mobil angkut barang dari ekspedisi maupun lainnya, wajib menunjukkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari daerah asal.

Apabila driver yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan surat keterangan tersebut, maka dilarang melanjutkan perjalanan atau putar balik ke daerah asal.

Menyikapi hal ini, Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalsel, Depi Hariyanto mengatakan, pihaknya cenderung keberatan.

UPDATE Covid-19 Nasional Selasa : Sentuh 23.165 Kasus, Jakarta & Jatim Masih Mendominasi

Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 di www.prakerja.go.id Molor : Masih Dievaluasi

Pemeriksaan di Posko Perbatasan Anjir Serapat Diperketat, Begini Upaya Polri dan Satgas Covid-19

Perbatasan Masuk Kalteng Diperketat, Peternak Ayam Potong di Kalsel Ancam Boikot, Ini Dampaknya

"Terkait dengan kewajiban membawa bukti surat sehat hasil rapid test bebas Covid-19 ini yang memberatkan, karena masa kedaluwarsa surat tersebut tidak lebih dari satu pekan, infonya bahkan kurang dari satu pekan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (26/5/2020).

Ditambahkannya, hal ini berimbas pada biaya operasional yang cukup tinggi. Dengan demikian saru driver harus cek rapid test empat kali dalam sebulan.

Jika cek di klinik atau rumah sakit biayanya hampir Rp 500.000 per cek, sehingga perusahaan harus menyiapkan sekitar Rp 2 juta beban pengeluaran tambahan.

Kendati demikian, pria yang juga Branch Manager JNE Banjarmasin menyatakan, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pandemi.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved