Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Persemaian Permanen BPTH Lakukan Penyapihan Sengon

Penyapihan bibit sengon adalah hal lumrah di Persemaian Permanen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jalan Mitra

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Royan Naimi
Humas Dishut Kalsel
Penyapihan bibit sengon adalah hal lumrah di Persemaian Permanen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jalan Mitra Praja, kawasan Pusat Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. 

Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai wadah memproduksi bibit tanaman, kegiatan pembuatan tanaman berupa penyapihan bibit sengon adalah hal lumrah di Persemaian Permanen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan
(BPTH) Jalan Mitra Praja, kawasan Pusat Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

Dengan mengikuti panduan dan standar yang telah ditetapkan, Akhmad Effendi, manajer persemaian melakukan kontrol pada penyapihan bibit sengon yang dilakukan para kru lapangan. Karena, ketelitian para kru akan menghasilkan bibit yang bagus.

Dijelaskan Fendi, sapaan akrabnya, kegiatan awal penyapihan yaitu menyeleksi benih. Caranya dengan merendam di air panas selama 5-10 menit. kemudian benih yang timbul dan kosong saat perendamaan akan disingkirkan.

"Setelah direndam dengan air panas, selanjutnya direndam lagi pada air yang bersuhu normal. lni dilakukan selama kurang Iebih 24jam,” tutur Fendi.

Setelah melewati fase perendaman, dilanjutkan dengan penaburan benih-benih pada bedeng tabur. Dengan media pasir, benih kemudian disiram menggunakan handsprayer.

Jangan lupa, bedeng tabur ditutup sungkup untuk menjaga kelembaban. Proses ini biasanya selama 4 sampai 7 hari ke depan, hingga benih berkecambah," ujarnya.

Penyapihan bibit sengon adalah hal lumrah di Persemaian Permanen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jalan Mitra Praja, kawasan Pusat Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
Penyapihan bibit sengon adalah hal lumrah di Persemaian Permanen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jalan Mitra Praja, kawasan Pusat Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. (Humas Dishut Kalsel)

Benih yang berkecambah menandakan siap untuk dilakukan kegiatan penyapihan.

Terakhir adalah tahapan penyapihan bibit atau fase awal bibit bertahan pada cuaca luar. Pada bedeng sapih atau polybag dibuat lubang kecil sebagai tempat bibit sapih ditanam.

"Karena bibit ini masih disapih, maka harus dinaungi paranet atau sungkup plastik, agar bibit kecil ini tidak langsung terpapar matahari ataupun air hujan secara |angsung,“jelas Fendi lagi.

Biasanya, setelah proses penyapihan ini, bibit akan melewati berbagai macam perawatan lagi. Hingga tinggi dan umur bibit siap untuk ditanam.

Perawatan lain yang tak kalah penting dan menentukan, yaitu kegiatan penyiraman. Ini merupakan kegiatan rutin pagi dan sore hari. (aol/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved