Berita Tanahlaut

Satgas Desa di Tala Diminta Pantau Warung di Tepi Jalan Raya, Ini Tujuannya

Gencaran rapid test yang dilaksanakan Pemkab Tala bertujuan untuk memisahkan warga yang reaktif Covid-19 dan yang nonreaktif.

HUMAS PEMKAB TALA UNTUK BPOST GROUP
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, melakukan rapid test massal di Desa Ambawang, Senin (25/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyisiran terhadap orang-orang yang rentan terpapar virus corona atau Covid-19 masih digencarkan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Berdasar hasil tracking terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi positif covid-19 maupun pemetaan potensi paling rawan paparan virus ganas tersebut, setidaknya pada tahap awal saat ini sebanyak 6.500 orang yang dijadikan sasaran rapid test.

"Bagus itu kalau rapid test-nya benar-benar digencarkan. Kalau perlu semua warga di-rapid test supaya ketahuan semuanya. Tapi pasti tidak mungkin karena biayanya besar dan perlu waktu lama," sebut Hamdan, warga Pelaihari, Selasa (26/5/2020).

Bupati Tala, H Sukamta, menegaskan, penggencaran rapid test tersebut ditempuh guna memisahkan warga yang reaktif Covid-19 dan yang nonreaktif.

Dengan begitu, penyebaran virus corona dapat terlacak secara jelas dan bisa segera diputus rantai penularannya.

Guna mendukung upaya itu, Bupati Sukamta menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) yang ada di tiap desa mengawasi warung-warung yang berjualan dan sering menjadi tempat persinggahan orang luar Kabupaten Tala.

Ada Warganya Terpapar Covid-19, Desa Jilatan Tala Dirikan Bangunan Ini

Warga Tala ini Teramat Senang BLT Diperpanjang, Bupati Ingatkan Jangan Beli Handphone

Kurang Ketergantungan Transfer Dana Pusat, Pemkab Tala Kerja Keras Genjot Potensi PAD Sektor Ini

Sebut Idulfitri di Tengah Pandemi Covid-19 Ujian bagi Kepala Rumah Tangga, ini Saran Bupati Tala

Warung-warung tersebut terutama yang berada di tepi jalan Trans Kalimantan seperti yang berada di wilayah Kecamatan Batibati maupun di kecamatan lainnya.

"Itukan sering jadi tempat persinggahan orang-orang luar yang tak diketahui dari mana saja. Tolong dicatat para pedagang warung-warung itu, supaya nanti secara berkala bisa dilakukan rapid test terhadap mereka," pintanya

Selain itu, Bupati Sukamta juga meminta pemerintahan desa untuk memastikan bahwa orang-orang yang salat di masjid adalah warga asli desa setempat. Ini juga bagian dari upaya meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini juga mengimbau warga sementara waktu tidak bepergian ke wilayah zona merah yang saat ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya di wilayah tersebut sudah terjadi penyebaran Covid-19 dengan transmisi lokal.

"Kalaupun harus pergi ke wilayah tersebut agar melapor kepada kepala desa untuk dilakukan pemeriksaan di puskesmas," tandasnya.

Dirinya telah memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan rapid test secara besar besaran dengan target mencapai 15 ribu rapid test untuk warga Kabupaten Tanahlaut.

Tahap awal setidaknya menyasar 6.500 orang.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved