Berita Cuaca

BMKG Angkat Bicara Soal Panasnya Cuaca di Jabodetabek, Ini 5 Penjelasannya

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menyampaikan beberapa penjelasan terkait panasnya cuaca Jabodetabek

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pengukur cuaca saat suhu panas 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Suasana gerah menyelimuti wilayah Jaodetabek selama beberapa hari terakhir. Keluhan warga terhadap suasana ini sampai juga ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

Suasana gerah kadang-kadang disusul oleh turunnya hujan.

Lantas, mengapa fenomena ini terjadi? Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menyampaikan beberapa penjelasan:

1. Faktor kelembapan

Menurut Herizal, suasana gerah secara meteorologis disebabkan salah satunya oleh suhu kelembapan udara yang tinggi.

Kirim Foto Meteran Listrik PLN ke WhatsApp 08122123123 Masih Ditunggu Hingga Pukul 00.00!

Aktris India Preksha Mehta Bunuh Diri, Kata Terkhirnya: Tidak Ada yang Lebih Buruk dari Kematian

“Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut,” kata Herizal melalui keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).

Saat ini, kelembapan di Indonesia ada di kisaran 80-100 persen, menurut pantauan BMKG.

2. Faktor suhu

Ketika kelembapan tinggi berpadu dengan suhu yang juga tinggi, maka suasana gerah akan terasa.

“Apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,” ujar Herizal.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved