Wabah Corona di Kalsel
Perbanyak Kamar Reaktif Covid, Langkah ini yang Dipertimbangkan GTP2 Tala
Eks RSUD Hadji Boejasin yang dimanfaatkan menjadi tempat karantina reaktif covid-19 nyaris tak mampu lagi menampung.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Orang-orang yang reaktif corona virus diseases (covid-19) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus bertambah.
Hal itu imbas dari penggencaran rapid test (RT) yang dilakukan Pemkab Tala melalui Gugus Gugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Tala.
Bahkan eks RSUD Hadji Boejasin yang dimanfaatkan menjadi tempat karantina reaktif covid-19 nyaris tak mampu lagi menampung.
• Foto Wajah Asli Song Joong Ki, Lee Min Ho, Park Bo Gum Hingga Lee Dong Wook Saat Tanpa Make Up
• Halalbihalal IPDN saat Pandemi Covid-19 Menuai Kontroversi, Taruna & Penyanyi Berjoget Pakai Masker
• Permintaan Maaf Billy Syahputra Soal Prank Jual Rumah Olga, Sempat Buat Raffi, Nagita & Nikita Syok
Pada tahap awal tersedia 105 ruang/kamar reaktif dan 35 ruang terkonfirmasi positif.
Pekan lalu sisa bangunan yang sebelumnya tak disentuh yakni kamar jenazah, ruang radiologi, dan dapur pun kemudian dibenahi dan dijadikan kamar reaktif covid.
Kamar mayat ditata dan didapat tiga kamar.
Lalu ruang radiologi dan dapur setelah ditata dan dibenahi didapat 15 unit kamar (7 kamar untuk perempuan dan delapan untuk laki-laki).
Merujuk data pada GTP2 Tala, hingga kemarin orang yang masuk ke fasilitas layanan khusus (fayansus) covid-19 tersebut terus bertambah.
Bahkan ada penambahan lima orang terkonfirmasi positif.
Hingga Rabu (27/5/2020) pagi ini jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 50 orang yang menjalani perawatan dan enam orang pasien dalam pengawasan (PDP).
Wakil Ketua GTP2 Covid-19 Tala Abdi Rahman mengatakan penambahan tempat karantina reaktif dan kamar isolasi terkonfirmasi positif akan terus diupayakan ditambah.
Di antaranya mempertimbangkan pemanfaatan lantai tiga RSUD Hadji Boejasin di Saranghalang.
"Sudah disurvei, untuk lantai tiga itu ada jalur akses khusus yang tak melewati ruangan pasien umum sehingga cukup aman atau memungkinkan dimanfaatkan," sebutnya.
Abdi yang juga menjabat wabup Tala ini menuturkan sesuai hasil survei di lantai tiga RSUD Saranghalang tersebut setidaknya ada 45 kamar yang dapat dijadikan ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif covid.
"Lalu ada sebelas kamar untuk pasien covid yang bergejala berat. Yang ini kamar dan fasilitasnya beda," sebut Abdi.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/inilah-bangunan-baru-rsud-hadji-boejasin-di-saranghalang.jpg)