Kebijakan New Normal

BNPB Menilai Empat Wilayah di Kalsel Belum Memenuhi Syarat Penerapan New Normal

Dalam pemantauan sehari setelah Lebaran, Syahyudi menyaksikan petugas pos pemeriksaan di Banua Anam memberikan kelonggaran.

banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Brigjen (Purn) Syahyudi selaku Liasion Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, juga menyatakan sedang membahas kebijakan new normal dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

“Ini sedang kami rapatkan dengan BPBD Provinsi di Banjarbaru,” kata Machli saat dikonfirmasi kemarin. Hal yang dibahas antara lain pengawasan terhadap pusat keramaian seperti pasar di Banjarmasin.

Namun ternyata Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen (Purn) Syahyudi, menilai Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar dan Batola belum memenuhi syarat untuk penerapan tatanan kehidupan baru menghadapi Covid-19 atau new normal.

PSBB Banjar, Hilman Akui Kepatuhan Masyarakat Berdiam Diri di Rumah Sangat Rendah

Simak Cara Pengisian dan Daftar Pertanyaan Sensus Penduduk Online 2020, Besok Berakhir

Tabiat Asli Rezky Adhitya Dibongkar Teuku Wisnu, Suami Shireen Sampai Malu, Citra Kirana Mengiyakan

“Kami sudah beberapa hari di Kalsel melakukan monitoring dan evaluasi. Sudah pula melakukan beberapa kali diskusi mengenai indikator. Hasilnya Kalsel belum memenuhi syarat penerapan new normal,” tegasnya usai rapat dengan GTPP Kalsel di Banjarbaru, kemarin.

Dalam pemantauan sehari setelah Lebaran, Syahyudi menyaksikan petugas pos pemeriksaan di Banua Anam memberikan kelonggaran.

“Seharusnya tidak boleh. Harus tegas. Juga ada bukti pedagang dari Banjarmasin lolos sampai kabupaten Tapin. Padahal Banjarmasin seharus tertutup baik keluar maupun ke dalam,” tandasnya.

Sedang Wakil Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan perlu ada skenario menerapkan new normal.

“Kita sudah mengarah ke sana. Langkah-langkah penanganan Covid-19 menjadi prioritas dengan cepat melakukan pelacakan dan pengetesan. Dengan demikian kita cepat menangani pasien sebanyak-banyaknya sehingga tidak menyebar lagi, “ kata Hanif.  (edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved