Opini Publik

Era New Normal di Tengah Pandemi Corona

New nornal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan

Oleh : Wahyudi Pemerhati Sosial Ekonomi

BANJARMASINPOST.CO.ID - NEW normal, itulah istilah baru untuk pola kehidupan baru ditengah pendemi covid-19 yang masih berlangsung. Pola hidup baru selama vaksin covid-19 belum ditemukan. Butuh waktu paling cepat tahun 2021 vaksin bisa ditemukan.

Untuk mengimbangi kondisi perekonomian, beberapa negara tak bisa bertahan mengekang mobilitas penduduknya yang sangat berimplikasi pada ekonomi yang lemah. Beberapa negara yang menerapkan lockdown dan pembatasan akhirnya melonggarkan aturan pengetatan sosial. Semata untuk menjaga keseimbangan ekonomi.

Ketua tim gugus tugas percepatan penanganan Covid -19 Wiku mengatakan, new nornal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan covid-19.

Berdamai dengan corona Covid-19. Kalimat itulah yang dihembuskan Presiden Jokowi beberapa saat lalu sebelum Idulfitri. Jokowi mencanangkan istilah berdamai dengan corona sebenarnya terdapat makna new normal itu. Hingga akhirnya baru saja Presiden mengambil keputusan resmi untuk menerapkan new normal dilebih dari 25 provinsi untuk diuji cobakan sepuluh hari kedepan. Pemerintah sendiri menerapkan kriteria daerah yang boleh menjalankan new normal. Terutama daerah dengan kondisi hijau atau sedang.

WHO sendiri mencanangkan new normal sejak beberapa saat lalu mengingat vaksin masih lama ditemukan. WHO memberikan inidaktor kepada negara yang mau menerapkan new normal. Di antaranya negara dengan kapasitas kesehatan yang memadai bisa menjalankan new normal. Pun sebaliknya, negara dengan kapasitas kesehatan yang kurang memadai sebaiknya dipikirkan matang jika ingin menerapkan new normal. Termasuk indikator laju penularan virus di suatu negara terbilang melonjak atau menurun.

Dari sisi kapasitas kesehatan. Jumlah dokter penduduk di Indonesia sangat sedikit dan jauh lebih rendah ketimbang negara-negara tetangga. Untuk jumlah perawat dan bidan, Indonesia hanya lebih baik dari Vietnam dan Iran. Lalu jumlah tidur rumah sakit sangat terbatas. Peresebaran dokter, bidan, perawat dan rumah sakit tidak merata. Pemerintah Indonesia pastinya sudah mengkalkulasi daerah mana saja yang layak menerapkan new normal. Selain pertimbangan kapasitas kesehatan, pun pertimbangan tingkat penyebaran virus di suatu daerah.

New normal diterapkan pertama kali di sektor perkantoran dan industri di Indonesia. Termasuk mal di Jakarta akan dibuka. Kementrian Kesehatan menerbitkan keputusan nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang panduan pencegahan dan pengendalian covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam rangka mendukng keberlangsungan usaha pada situasi pendemi.

Belakangan, sektor lain cemburu. Kalangan pengusaha hotel dan restoran menginginkan sebagai sektor yang dibolehkan buka kembali dengan new normal. Termasuk umat beragama pun ingin masjid dibuka kembali. Itulah new normal.

New normal dimana pelonggaran aturan dimasa pendemi dengan tetap menjalankan protokal kesehatan yang ketat. Pekerja wajib mengenakan masker, dites suhu badan, dalam keadaan sehat. Sedangkan bagi masyarakat wajib mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan mengikuti anjuran pemerintah.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved