Tajuk

Jangan (Takut) Hamil

Pasca-lahir, bayi dipatikan aman dari paparan virus, karena sang ibu memang benar-benar terbebas dari virus corona.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banjar, berencana melakukan rapid test terhadap sekitar 1.000 ibu hamil. Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan paparan virus corona terhadap para ibu yang hendak melahirkan.

Meski baru wacana, namun langkah itu patut diapresiasi. Setidaknya, ada beberapa keuntungan, bila sang ibu diketahui benar-benar terbebas atau sedang terinfeksi.

Keuntungan pertama, bidan atau dokter kandungan yang akan membantu persalinan, tidak waswas. Mereka bisa leluasa melaksanakan prosesudr persalinan normal, karena yakin tidak ada orang di sekitar proses persalinan yang menulari virus corona.

Demikian juga sang bayi. Pasca-lahir, ia dipatikan aman dari paparan virus, karena sang ibu memang benar-benar terbebas dari virus corona.

Demikian juga ketika sang ibu hamil yang sedang bersiap melahirkan terdeteksi terpapar Covid-19. Langkah-langkah penyembuhan sekaligus upaya persalinan pun akan dilakukan dengan protokol pandemi.

Tentu, sang ibu tersebut tidak cukup melahirkan di klinik, Puskesmas atau ruang bersalin biasa. Ia perlu ditangani dengan standar penanganan pasien corona. Baik petugas medis yang menanganinya, ruangannya, pelaralatannya atau bahkan obat dan asupan gizinya.

Sang bayi yang baru lahir dari ibu positif Covid-19 pun segera mendapat mendapat perlakuan yang benar. Meski dalam banyak studi disebutkan, virus korona tidak bisa menular dari ibu ke janin, tapi bisa menular dari ibu yang terjangkit pada bayi yang baru lahir.

Pelajaran menangi ibu hamil di saat pandemi dari Banjar ini, seharusnya bisa dilakukan semua pemangku kepentingan di Indonesia. Agar bisa menekan penyebaran virus korona, sekaligus menekan kematian ibu melahirkan.

Bukan dengan kampanye menunda hamil, sebagaimana terlihat dalam video viral yang beredar luas di sosial media.

Kampanye semacam itu bisa menimbulkan kekhawatiran berlebih pada para ibu yang sedang hamil. Bahkan, kerentanan kesehatan mereka bisa semakin meningkat, ketika ditambah rasa waswas berlebihan.

Apalagi, bila tidak dibarengi penjelasan yang benar. Utamanya, mengenai kemungkinan penularan virus corona dari sang ibu kepada janin, atau penularan dari orang lain ke janin.

Jangan sampai, kesalahan persepsi soal kesehatan janin kaitannya dengan pandemi corona, malah membuat para ibu hamil melakukan langkah-langkah yang tidak perlu bahkan nekat.(*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved