Breaking News:

Kisah Inspiratif

Pahitnya Kehidupan Pengantar Undangan di Pelaihari, Odi Kini Hanya Berharap dari Mengantar Koran

Lelaki berusia 50 tahun yang akrab disapa Odi ini menuturkan sumber utama penghasilannya adalah mengantar undangan pesta perkawinan.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
ODI, tukang antar undangan pesta perkawinan 

Baginya, selama terus berikhtiar dibarengi doa dan kesabaran, Tuhan akan memberi rezeki yang datangnya tak pernah terduga.

“Saya terus berdoa semoga virus corona ini cepat berakhir agar ekonomi hidup lagi, agar saya kembali dapat penghasilan,” harap warga Jalan Niaga RT 13 Kelurahan Pelaihari ini.

Ia menuturkan pada kondisi normal, tiap pekan mendapat order mengantar undangan perkawinan.

Rata-rata ia dapat order tiga hingga lima orang dengan total undangan sekitar 2.000 lembar.

“Pernah juga sampai tujuh orderan dengan jumlah total undangan sebanyak 7.500 lembar,” bebernya.

Upah yang ia terima Rp 700 per lembar.

Jika orderan tersebut plus menuliskan nama orang yang diundang, upahnya naik menjadi Rp 900 per lembar.

Ia mulai mengedarkan undangan sejak Selasa atau Rabu hingga Sabtu.

Pukul 08.00 Wita Odi mulai mengantar undangan dan pulang sekitar pukul 17.00 Wita.

Hanya menaiki sepeda pancal ia keliling Pelaihari menyebar undangan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved