Berita Banjarmasin

Wabah Corona, Segini Pelaku Kuliner Banjarmasin yang Tak Bisa Jalankan Usaha

Menurut pembina Warung Rukun LK3 Banjarmasin 80 persen pelaku UMKM tidak bisa menjalankan usaha kulinernya dan yang bertahan pun mengalami penurunan.

ISTIMEWA
Kegiatan Komunitas Warung Rukun Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada wacana Banjarmasin termasuk di antara 25 kabupaten dan kota yang akan diberlakukan kenormalan baru (new normal) yang diwacanakan pemerintah pusat, mendapat dukungan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UamKM) di Kalimantan Selatan.

Harapan demokian agar ekonomi kembali mulai pulih dan ekonomi berputar lagi.

Namun, harus tetap mengutamakan kesehatan warga. Karena itu harus ada protokol baru yang dapat menuntun semua orang, termasuk para pelaku UMKM, sehingga bisa beradaptasi dengan cepat di suasana new normal ini.

Pembina Warung Rukun Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Rakhmalina Bakhriati,  menyambut baik dengan wacana Banjarmasin masuk dalam program kenormalan baru.

"Sekitar 80 persen pelaku UMKM tidak bisa menjalankan usaha kulinernya. Yang bertahan pun mengalami penurunan, apalagi diterapkan PSBB di Banjarmasin," paparnya, Kamis (28/5/2020).

Contohnya, usaha Pizza Rukun, lanjut dia, pas wabah pandemi mengalami penurunan hingga 60 persen.

UPDATE CORONA KALSEL: Hari Ini Tambah 116 Positif Covid-19, Terbanyak dari Banjarmasin

Taruna Merah Putih Kalsel Salurkan APD untuk BBTKLPP Banjarbaru

Gubernur Kalsel Lepas 324 Petugas Pengamanan Protokol Penanganan Covid-19

Polda Kalsel Sebar Ratusan Personel ke Pasar-pasar dan Tempat Keramaian

Para Supir Travel Asal Banjarmasin Sering Diminta Putar Balik karena Tidak Memiliki ini

Klinik di Banjarmasin Ini Layani Rapid Test & PCR Swab, Begini Cara Dapat Bukti Negatif Covid

"Diberlakukannya PSBB, penghasilan kami tambah merosot menjadi 20 persen saja lagi," tandasnya.

Komunitas Warung Rukun yang usahanya di bidang kuliner, berjumlah sekitar 150 kelompok yang tersebar di Kota Banjarmasin.

Menurut Lina, panggilan akrabnya, protokol kenormalan baru harus dibuat pemerintah, lalu segera lakukan mitigasi, sehingga semuanya paham.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved