Breaking News:

Wabah Virus Corona

135 Tenaga Medis Terpapar Virus Corona, Nasib Pasien Covid-19?

135 Tenaga Medis Terpapar Virus Corona, Nasib Pasien Covid-19 yang ditangani?

Editor: Rendy Nicko
AFP/PAOLO MIRANDA
135 Tenaga Medis Terpapar Virus Corona, Nasib Pasien Covid-19 yang ditangani? FOTO : Seorang perawat merangkul rekannya di tengah pekerjaan mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Minggu (15/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. 

Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID – Siapapun bisa menjadi korban virus corona, termasuk tenaga medis.

Nyatanya, sebanyak 135 tenaga medis kesehatan mulai dari dokter, perawat hingga tenaga laboratorium di Jawa Timur terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Meski di RS telah ada protokol saat virus corona atau covid-19 untuk melindungi tenagamedis kesehatan, namun mereka juga berisiko ketularan.

Video Viral Ayah Serahkan Anak ke Petugas PSBB Diduga di Palangkaraya, Karena Tak Bisa Beli Susu

Daftar 85 Perguruan Tinggi Negeri yang Membuka SBMPTN 2020, Ini Alur Pendaftaran UTBK

Cara Aktivasi Kuota Gratis 2 GB Sehari XL Axiata, Ada Promo Telkomsel dan Indosat Murah

Seluruh tenaga medis itu antara lain merupakan perawat, dokter, apoteker, dan staf rumah sakit. Hal itu diungkapkan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso.

Kohar merinci perawat yang positif berjumlah 62 orang, dua diantaranya meninggal dunia. Kemudian yang masih menjalani perawatan 28 orang.

Sedangkan untuk dokter, setidaknya ada 47 dokter yang terinfeksi Covid-19, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter.

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan di RS Unair dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Mereka dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) maupun rapid test.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Jubir Tim Satgas Corona RS Unair Surabaya, Alfian Nur Rasyid. Kendati demikian ia mengaku belum mengetahui jumlah pasti tenaga kesehatan yang dinyatakan positif tersebut.

"Saya belum punya data banyak berapa yang positif itu, karena kita masih running pemeriksaan-pemeriksaan swab dan rapid test saya nyatakan memang ada yang positif," kata Alfian dikutip dari CNN, Sabtu (23/05/20).

Melihat hal ini, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jatim dokter Joni Wahyuadi meminta semua pihak memberi perhatian supaya tenaga medis tidak terus bertumbangan.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved