Tradisi Urang Banjar Maayun Anak

Baayun Maulid, Mengayun Anak Secara Massal saat Maulid Rasulullah

Baayun Maulid ini menjadi budaya lokal bernuansa religi yang selalu menarik minat masyarakat untuk mengikuti.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
nia kurniawan
Tradisi Baayun Maulud 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengayun anak secara massal menjadi sebuah acara tahunan di Kalsel.

Acara meriah bernuansa religi ini digelar setiap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulidul rasul pada 12 Rabiul Awal tahun Hijriyah.

Menurut Muchlis Maman, Budayawan Kalsel, acara Baayun Maulid ini menjadi budaya lokal bernuansa religi yang selalu menarik minat masyarakat untuk mengikuti.

"Dari segi tujuannya, para orangtua berharap agar anak sejak dini mengenal nabinya dan meneladani beliau serta bertakwa kepada Allah SWT," terang Maman.

Tradisi Urang Banjar Maayun Anak, Ayunan Tradisional Masih Disukai Meski ada yang Modern

Maayun Anak Berawal dari Tradisi Dayak yang Diadopsi Urang Banjar

Secara historis, budaya ini awalnya digelar masyarakat Desa Banua Halat, Kabupaten Tapin sejak puluhan tahun silam yang diikuti warga setempat, berlokasi di Masjid Al Karamah.

Kain ayunan yang digunakan ketika baayun maulid disebut pikasih baranak yang terdiri tiga lapis kain, yakni sarigading atau sasirangan, belacu kuning, tapih bahalai (kain panjang wanita).
Kain-kain ini akan selalu disimpan setelah acara.

Saat ini tak hanya warga setempat, banyak pula warga lainnya yang meramaikan Baayun Maulid.

Masyarakat umum itu ayunannya berupa tapih bahalai sebanyak tiga lembar, tali sepanjang tiga meter, kakamban (kerudung) tiga lembar.

Uniknya, setiap ayunan diberi hiasan berupa janur yang dianyam beragam bentuk, antara lain bentuk burung, ketupat, lipan. Bahkan adapula kue tradisional dan buah.

Tak lupa pula, orangtua menyerahkan piduduk atau semacam 'hadiah' berupa beras, gula merah, kelapa, telur, benang, jarum, garam, uang koin.

Sementara acara sama juga digelar di depan makam Pangeran Sultan Suriansyah, daerah Alalak, Banjarmasin.

Semula hanya diikuti masyarakat para keturunan bangsawan, namun sekarang juga diikuti masyarakat umum.

Adapun urutan acara Baayun Maulid ini yaitu pembacaan syair Barzanji, Syarafal Anam, Diba.

Ketika pembacaan Asyrakal, bayi atau balita dibawa ke tempat acara dan ditempatkan di ayunan.

Selanjutnya ulama mendoakan mereka.

Selanjutnya, masih tentang meayun anak, mari kita simak lantunan para ibu saat menidurkan anak dalam ayunan.

Simak tulisan berikutnya ya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved