Berita Kalteng

Cegah Hoaks, Kadiskominfo Kapuas Imbau Masyarakat Bijak di Medsos

Diskominfo Kabupaten Kapuas mengingatkan penyebar berita hoaks dapat terancam hukuman pidana paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FADLY SETIA RAHMAN
H Junaidi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskomindo) Kabupaten Kapuas, Kalteng, H Junaidi, mengungkapkan sekarang ini dengan pertumbuhan pengguna smartphone dan media sosial memudahkan masyarakat dalam hal memperoleh informasi.

Tetapi jika tidak diimbangi dengan literasi digital, mengakibatkan merajalelanya berita palsu alias hoaks yang tidak hanya melalui situs online, namun juga beredar di pesan chatting.

Menurutnya masyarakat harus lebih bijak dalam bermedia sosial, terlebih saat ini dalam hal memperoleh informasi terkait perkembangan Covid-19 yang mana harus berasal dari sumber yang terpercaya.

Sebab bagi masyarakat penyebar berita hoaks dapat terancam Pasal 28 ayat 1 undang-undang ITE dengan hukuman pidana paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Banyak Permintaan Rapid Test ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas

Rapid Test Massal di Pasar Kapuas Kalteng, Ini Hasilnya

Polres Kapuas Salurkan 20 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

Begitu juga untuk kasus penghinaan atau pencemaran nama baik. Dimana dijelaskan pada pasal 45 ayat 4 bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan sesuatu yang bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik maka akan dipidana.

"Dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta," ujarnya, Kamis (28/5/2020).

Dirinya menambahkan hal demikian juga berlaku untuk masyarakat yang menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Yang mana dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly Setia Rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved