Berita Bisnis

Harga Gula Pasir di Banjarmasin Mulai Turun Meski Belum Normal

Pasca lebaran harga gula mengalami penurunan meski belum mencapai taraf harga normal.

banjarmasinpost.co.id/leni wulandari
_Toko Sembako di Pasar Pekauman 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat melonjak di harga Rp 21.000 hingga Rp 24.000 pada Maret dan April bulan lalu, pasca lebaran harga gula mengalami penurunan meski belum mencapai taraf harga normal.

Menganggapi adanya penurunan harga gula dari kisaran harga di bulan Maret dan April, Kasi Monitoring dan Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Hanpokting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Trisnawati Mulyo Hapsari membenarkan adanya penurunan meski belum mencapai harga normal.

"Untuk harga gula memang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 12.500," ucapnya.

Agnez Mo Mengaku Hatinya Terluka dan Marah Akibat Kematian George Floyd

Pesan Khusus BCL pada Nia Ramadhani, Bunga Citra Lestari Beri Istri Ardi Bakrie Sajadah

Fakta Kehamilan Zaskia Sungkar Diungkap, Istri Irwansyah Jelaskan Soal Kabar yang Simpang Siur

Terpantau di Pasar Baimbai, Jalan Kelayan B, kelurahan Kelayan Timur, kecamatan Banjarmasin Selatan, kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Jumat (29/5/2020), harga gula pasir Rp 15.000 per kilogramnya.

Hal tersebut disampaikan oleh pemilik toko sembako, Hasanah (24), saat ditemui di Pasar Baimbai.

"Sejak sebelum lebaran sampai saat ini harga gula masih Rp 15.000," ungkapnya.

Berbeda dengan harga gula pasir di pasar Pekauman Jalan Rantauan Darat, kecamatan Banjarmasin Selatan, yang berselisih harga sebanyak Rp 1000.

Pedagang sembako di Pasar tersebut, Rahmat menjelaskan harga gula pasir turun meskipun belum mencapai harga normal.

"Sudah sejak sebelum lebaran sampai sekarang harganya (gula pasir) Rp 16.000 per kilogram," terangnya.

Rahmat menambahkan, harga gula pasir tersebut terbilang normal.

Pasalnya, sudah alami penurunan setelah sebelumnya berada diharga Rp 21.000 sampai Rp 24.000 per kilogram, meskipun belum mencapai HET.

Penurunan harga gula pasir yang belum mencapai HET tersebut menurut Trisnawati, disebabkan adanya impor gula dari Cina serta operasi pasar dari Bulog dan pasar murah sehingga harga gula berangsur turun.

"Kondisi per-gulaan di tanah air semua sama. Tetapi dengan masuknya gula impor diharapkan harganya akan terus turun," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ leni wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved