Berita Banjarmasin

Kalsel Memasuki New Normal, Begini Tanggapan Pengurus DPD KNPI Kalsel

KNPI Kalsel menilai Kalsel perlu melakukan tahapan persiapan sebelum New Normal diberlakukan

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Istimewa
Ketua KNPI Kalsel Fazlur Rahman 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Informasi yang beredar tentang masuknya beberapa kota di Provinsi Kalsel yang siap menerapkan konsep New Normal kenormalan baru yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar dan Batola langsung disikapai oleh pengurus DPD KNPI Provinsi dan Kota.

Di sela-sela pendistribusian bantuan kepada warga terdampak Covid-19, Ketua KNPI Provinsi Kalimantan Selatan, Fazlur Rahman mengatakan secara overall, Kalsel belum siap melaksanakan konsep New Normal Life.

Menurutnya, Pemerintah Mestinya melakukan tahap-tahap persiapan sebelum new normal life itu diberlakukan.

Tahap-tahap itu menurut Fazlur antara lain, Melakukan tes secara masif dan akurat, penanganan kesehatan yang ketat, pelacakan kasus yg baik, kapasitas Rumah Sakit dan fasilitas kesesehatan yang cukup dan pemahaman terhadap mengenai resiko.

Hati-hati Belanja Produk Fashion di Mal saat New Normal, Jadi Penularan Baru Covid-19

New Normal di Jadwal Liga Inggris, Memastikan Semua Orang Menonton Laga di Rumah

New Normal, Bagaimana Jepang Melaksanakannya dan Perlukah Indonesia Mencontoh?

"Di kalsel kita belum melihat adanya persiapan ke tahap-tahap itu, perlu ada kajian yang komprehensif mengenai konsep ini, kita tidak tahu konsep new normal seperti apa yang akan dijalankan, jangan gagap lagi sebelum penerapan supaya tidak salah persepsi," ujarnya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, (Jumat, 29/05/20).

Ia justru mengajak pemerintah untuk bercermin soal prosentase keberhasilan psbb kemarin, banyak pro dan kontra, karena persepsi belum banyak yang sama.

Di tempat yang berbeda, Sekretaris KNPI Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf mengatakan untuk Kalimantan Selatan belum siap karena kurva positif covid 19 di kalimantan selatan khususnya Banjarmasin belum mengalami penurunan.

"Kita belum siap menjalankan konsep new normal life karena belum semua masyarakat  banjarmasin melaksanakan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker kalau di luar rumah dan tidak ada jaga jarak kalau berkumpul," ujarnya.

Yusuf justru berharap adanya ketegasan pemerintah menindak masyarakat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

Ia justru mengaharapkan kepada masyarakat banjarmasin khusus untuk selalu melakukan protokol kesehatan agar kita bisa bersama sama memutus rantai covid 19.

"Kami justru menyarankan agar pemerintah kota banjarmasin lebih tegas menghimbau dan mengawasi masyarakat, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun agar masyarakat lebih sadar melaksanakan protokol kesehatan. Perlu kemudian adanya kerjasama masyarakat dan pemerintah memutus rantai virus corona di Banjarmasin ini," tambahnya.

Hal sama diungkapkan Ketua DPD KNPI Kota Banjarmasin Muhammad Imam Satria Jati, terkait penerapan new normal life, masih dalam kajian belum ada putusan dari pemerintah pusat maupun daerah terkait penerapannya.

"Ini menurut saya masih sebatas ucapan ide, belum ada keputusan pasti berupa Perpres atau pergub di daerah masing-masing," katanya.

Imam mengatakan terkait kesiapan, Banjarmasin belum siap menerapkan konsep new normal life ini,  karena per hari ini diakui kurva penyebaran Covid 19 makin meningkat bahkan sampai muncul klaster baru.

"Menurut saya, kita belum siap sampai ke sana, kita baru sampai tahap berjuang memutus mata rantai penyebaran virus ini dan sampai ke tahap berusaha menurunkan kolom-kolom curva penyebaran Covid ini," tambahnya.

Menuju New Normal, Pemko Banjarbaru Tidak Perpanjang Masa PSBB

Jelang New Normal, Petugas Sambangi Pasar Kasbah Sentra Antasari dan Menemukan Fakta ini

Ia justru mengatakan bila tahap proses penurunan curva ini belum tuntas dan kita di paksa untuk melompat ke konsep new normal life, maka akan terjadi seleksi alam dan ledakan kasus positif.

Ia juga menambahkan bila terpaksa harus di berlakukan per satu juni, maka yang perlu dipertanyakan adalah, siapa yang akan bertanggungjawab secara moral dan moril bilamana terjadi ledakan kasus positif virus Corona. (Banjarmasinpost.co.id/Stan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved