Tradisi Urang Banjar Maayun Anak
Maayun Anak Berawal dari Tradisi Dayak yang Diadopsi Urang Banjar
Menurut Muchlis Maman, Budayawan Kalsel, tradisi mengayun anak di kalangan urang Banjar sebenarnya diadopsi dari tradisi urang Dayak
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengayun anak menggunakan kain panjang yang diikatkan ke palang atau langit-langit rumah menjadi salah satu tradisi urang Banjar yang masih lestari secara turun-temurun.
Menurut Muchlis Maman alias Julak Larau, Budayawan Kalsel, tradisi mengayun anak di kalangan urang Banjar sebenarnya diadopsi dari tradisi urang Dayak.
Hal wajar, ini merupakan sebuah akulturasi budaya yang saling mengadopsi atau mewarisi.
Apalagi antara urang Banjar dan urang Dayak hidup di satu daerah.
• Tradisi Urang Banjar Maayun Anak, Ayunan Tradisional Masih Disukai Meski ada yang Modern
• FAKTA 14 Provinsi Gelar Pendaftaran PPDB 2020 Secara Daring & Luring, dari Jakarta hingga Kalsel
• Niatan Ruben Onsu Beri Rp 2 M untuk Billy, Ayah Betrand Peto Kesal Prank Jual Rumah Olga Syahputra
"Jadi, cara mengayun anak termasuk dengan posisi bapukung, memasang janur di ayunan, ada sesajian adalah juga tradisi Dayak, karena baayun anak juga menjadi bagian upacara (agama) Kaharingan," terangnya.
Selanjutnya tradisi meayun anak ini disesuaikan oleh urang Banjar dengan unsur Islami.
Penyesuaian itu antara lain senandung atau nyanyian menggunakan syair pujian kepada nabi.
Para ibu berselawat, menyenandungkan syair pujian antara lain Diba, Barjanji.
Selain itu melantunkan surah atau ayat-ayat Alquran.
"Kemudian urang Banjar juga menjadikan baayun ini sebagai acara silaturahmi massal saat peringatan Maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabiul Awal," ungkap Maman.
Sambung Maman, melalui acara Baayun Maulid ini harapannya agar anak sejak usia dini mengenal nabinya dan dapat meneladani beliau.
Mengenai Baayun Maulid ini ada beberapa tata cara yang biasa dilakukan.
Acara yang diawali secara rutin di wilayah Kabupaten Tapin ini kemudian menyebar dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.
Secara lebih lanjut tentang Baayun Maulid bisa Anda baca pada tulisan berikutnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/budayawan-kalsel-mukhlis-maman.jpg)