Berita Banjarmasin

Pasca Lebaran Harga Sayuran Meroket, Pedagang Sebut Pasokan Terhambat

Pasca lebaran Idul Fitri, harga sayuran juga meroket. Pedagang mengungkap, kenaikan ini karena pasokan dari luar daerah terhambat

banjarmasinpost.co.id/leni wulandari
Pedagang Sayuran, Jumri (48) di Pasar Pekauman sedang melayani pembeli. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain sembilan bahan pokok (sembako) yang mengalami naik-turun harga, beberapa sayuran di Pasar Pekauman juga mengalami kenaikan harga pasca lebaran.

Hal itu disampaikan oleh pedagang sayuran di pasar tersebut, Jumri (48), saat ditemui di lapaknya berjualan pada Jumat (29/5/2020) pagi.

"Kenaikannya sesudah lebaran," katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga sayuran yang terjadi setelah lebaran disebabkan beberapa pemasok sayuran dari luar daerah tidak bisa melintasi jalur darat di wilayah perbatasan saat memasuki perbatasan kota Banjarmasin.

PSBB Hari ke-3, Pedagang Sayur di Banjarbaru Pasrah Kemasi Jualannya

Rumah Bibit di Sumber Agung Jadi Tempat Menanam Sayur, Dibagikan untuk Warga

Saat Pedagang Lain Terpuruk, Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Pelaihari Tetap Stabil

Sayuran yang dijualnya diperoleh dari pemasok yang berasal dari sebagian daerah kabupaten Tanah Laut yaitu Bati-Bati dan Pelaihari serta sebagian daerah kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Beberapa sayuran yang mengalami kenaikan harga yaitu jagung manis, kacang panjang dan mentimun.

Sebelum lebaran harga jagung manis Rp 1.200 sekarang Rp 1.700 per satu buah jagung.

Hal tersebut disebabkan harga dari pemasok yang ia peroleh di pasar Sungai Tabuk di kabupaten Banjar sudah mengalami kenaikan terlebih dulu sebesar Rp 1.250 sehingga ia jual kembali dengan harga Rp 1.700 per buah jagung.

Buruh Tani Balangan Bakal Dapat Tanaman Sayur, Dinas Pertanian Siapkan Anggaran Segini

Begitupun harga kacang panjang yang sebelumnya seharga Rp 3.000 per kilogramnya hari ini menjadi Rp 7.000 per kilogramnya.

Sedangkan untuk harga mentimun mengalami kenaikan dua kali lipat dari harga semula Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram, hari ini menurut pemaparan Jumri mencapai harga Rp 10.000 per kilogram.

(banjarmasinpost.co.id/leni wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved