Berita Kalteng

Pasokan Ayam Kalteng Masih Tergantung Pada Peternak Besar Kalsel karena ini

Ketergantungan itu sangat tinggi, karena pakan maupun bibit ayam juga dipasok dari peternak besar ayam di Kalsel.

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Penjual ayam potong di Palangkaraya, Kalteng 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pasokan ayam potong di Kalimantan Tengah, khususnya, Palangkaraya dan kabupaten sekitarnya, masih sangat tergantung dengan peternak besar di Kalimantan Selatan.

Pasokan peternak lokal di Kalteng belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.

Bukan hanya pasokan ayam yang siap dijual, untuk pakan ternak ayam hingga Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam pun semuanya masih tergantung dengan peternak besar di Kalsel.

Kondisi inilah yang menyebabkan sejak puluhan tahun lalu Kalteng belum bisa mandiri dalam hal peternakan ayam potong.

Hal itu ditambah ada permainan spekulan yang sangat besar peranannya dalam menaikkan harga ayam dalam kondisi tertentu.

WORK FROM HOME ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020, Tjahjo Kumolo Terbitkan SE 57

Harga Ayam Potong Sempat Naik, Kapolresta Palangkaraya Langsung Pantau Pasar Tradisional

Sekolah Buka Minggu Depan, Ini Syarat Bakal Diumumkan Mendikbud Nadiem Makarim

Penjual daging ayam di Sampit, Rusman, mengatakan, dalam menentukan harga ayam juga tergantung dari harga yang ditetapkan oleh pemasok, mengikuti mekanisme pasar sehingga.

"Kami menjual ayam ke pelanggan tentu juga ingin cari untung, meski sedikit," ujarnya, Jumat (29/5/2020).

Kepala Perhimpunan Perunggasan Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, mengakui, ketergantungan itu sangat tinggi, karena pakan maupun bibit ayam juga dipasok dari peternak besar ayam di Kalsel.

Ketika ada boikot, pihaknya juga kesulitan beternak, karena pakan dan bibit dari peternak Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved