Berita Banjarmasin

Perawat Anti Covid-19 RSUD Ulin Banjarmasin BelumTerima Hak Insentif Sepenuhnya

Perawat anti covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin ternyata masih belum sepenuhnya menerima insentif sebagaimana dijanjikan.

istimewa
Tim Medis Anti Covid-19 RSUD Ulin Banjarmasin. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Arie Adithya (27) seorang Perawat Anti Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin mengungkapkan, risiko yang dihadapinya bersama rekan satu profesi, selama menjalankan tugas menjadi perawat pasien Covid-19.

Mulai dari kebingungan saat awal penanganan pasien Covid-19, bertahan dengan segala tekanan, tidak bisa bertemu keluarga saat lebaran, hingga mengalami sesak nafas bila terlalu lama memakai Alat Pindung Diri (APD) lengkap.

Sementara insentif yang dijanjikan, belum semuanya terealisasi. Padahal Arie mengaku sudah duabulan menjadi garda terdepan dalam penangan pasien Covid-19.

Arie mengaku, hingga saat ini dia bersama rekan satu profesinya hanya menerima setengah saja dari total insentif hak mereka.

Klarifikasi Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina Soal Insentif Tenaga Kesehatan

Memasuki Kenormalan Baru, Sekda Banjar Tegaskan Buka Tempat Ibadah untuk Salat Jumat

Gara-gara Covid-19 Melon Premium Jepang Kini 40 Kali Lebih Murah, dari Rp 684 Juta Jadi Rp 16 Juta

PSBB Banjarbaru Berakhir Hari Ini, Era New Normal, Pelaku Usaha Diminta Ikuti Protokol Kesehatan

Belajar di Rumah Diperpanjang, Kadisidik Tanbu Ingatkan Tak Boleh Ada Siswa Tinggal Kelas

"Kami tim medis anti Covid-19 dapat insentif Rp 155 ribu perhari. Diterima per dua minggu. Tapi sudah berjalan dua bulan yang diterima insentifnya baru (satu bulan) Rp 4,34 juta itu pun telat. Jadi yang belum diterima masih satu bulan lagi, Rp 4,34 juta" ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id. Jumat (29/05/2020).

Arie dan juga kawan-kawan sesama petugas medis pun bingung nasib insentif mereka, terlebih tak ada penjelasan apapun terkait tertundanya pembayaran insentif tersebut.

"Belum ada kejelasannya. Padahal kami juga ada tanggungan keluarga yang butuh nafkah lahir batin. Sedang kami berkerja dengan penuh tanggung jawab dalam berbagai tekanan dan risiko tertular Covid-19" jelasnya.

Menurutnya Pemerintah jangan hanya fokus kepada pelaksanaan PSBB, sementara juga ada dari tim medis yang menjadi korban Covid-19.

"Jangan ribut soal PSBB saja, banyak sudah pihak kami yang berguguran karena berjuang menangani Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved