Breaking News:

Opini Publik

New Normal Sekolah Beroperasi Kembali?

Ditegaskan Ketua Umum PB PGRI bahwa untuk beroperasi kembali satuan pendidikan dengan konsep new normal harus ada analisis ilmiah

Apakah dengan tantangan yang tidak mudah maka untuk beroperasinya kembali satuan pendidikan akan menjadi tertutup kemungkinannya? Tentu tidak demikian. Kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Daerah sebagai penentu kebijakanlah yang menjadi kunci dan sangat diperlukan untuk disepakati. Apalagi Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan telah menyatakan pada Pasal 58H bahwa ayat (1) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing menanggung seluruh biaya investasi, biaya operasional, beasiswa, dan bantuan biaya pendidikan bagi satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah, dan ayat (2) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masing-masing menanggung biaya investasi, biaya operasional, beasiswa, dan/atau bantuan biaya pendidikan bagi satuan pendidikan anak usia dini jalur formal dan/atau pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Surat Edaran Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020, menegaskan bahwa prinsip yang dipegang untuk beroperasinya kembali satuan pendidikan adalah wajib memastikan terpenuhinya tujuan pendidikan di masa pandemi Covid-19 yakni pemenuhan hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, namun juga melindungi seluruh warga satuan pendidikan, serta mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan. Ini memberikan pesan yang super hati-hati dalam menetapkan kebijakan beroperasinya satuan-satuan pendidikan. Bukan sekadar mengejar target kurikulum, apalagi untuk mengejar capaian angka-angka statistik yang telah diproyeksikan. Tetapi aspek pendidikan berkualitas, perlindungan peserta didik/ pendidik dan tenaga kependidikan, serta pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 merupakan aspek terpenting untuk diperhatikan. Secara keseluruhan mereka tidak boleh dipertaruhkan kesehatan dan keselamatan nyawa mereka.

Menjadi sangat penting sebelum dioperasikannya satuan pendidikan adalah, pertama memastikan semua guru dan tenaga kependidikan dalam kondisi negatif Covid-19, mengingat tingginya kemungkinan terjadinya kontak langsung atau tidak langsung dari aktivitas edukatif guru dalam pembelajaran dengan peserta didiknya. Mereka yang secara riil akan berhubungan dekat dengan peserta didiknya akan sangat diperlukan menjalani Rapid Tes dan jika diperlukan dengan Tes swab.

Kedua diperlukan relawan bidang kesehatan dan ketertiban dengan jumlah proporsional di satuan-satuan pendidikan. Bukan hanya mal dan supermarket yang dijaga dan ditertibkan. Dalam kondisi yang memerlukan pendisiplinan publik, di satuan pendidikanpun saatnya dipertimbangkan untuk disediakan.

Ketiga cost pendidikan setiap peserta didik per tahun di sebagian besar satuan pendidikan dasar khususnya (karena hanya mengandalkan Dana BOS Pusat) di Kalimantan Selatan masih di bawah batas minimal kebutuhan. Oleh karenanya, relokasi pembiayaan untuk mendukung pendidikan pada APBD menjadi prioritas untuk dilakukan dengan sasaran pembiayaan secara cermat mempersiapkan dan mendukung pembukaan kembali beroperasinya satuan pendidikan.

Kita tentu tidak ingin seperti Prancis yang kabarnya setelah dibuka kembali sekolah-sekolah ternyata angka positif Corona meningkat tajam. Kita tidak ingin serangan gelombang kedua lebih menakutkan. Na’uuzubillah. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved