Berita Banjarmasin

Ojek Mengaku Hindari Petugas Pos PSBB Banjarmasin karena Ini

Demi tuntutan hidup, pengojek konvensional tetap angkut penumpang dengan cara melintasi jalan yang tidak dijaga petugas pos PSBB di Kota Banjarmasin.

banjarmasinpost.co.id/Leni Wulandari
Pos PSBB di Lingkar Selatan atau Jalan Gubernur Subarjo, perbatasan Banjarmasin dan kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak terjadi wabah virus corona atau Covid-19, sejumlah tukang ojek di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.

Ditambah lagi adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di dalam peraturannya tercantum larangan  membonceng yang bukan anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Hal itu dirasakan Suriyanto (42) tukang ojek konvensional yang mengatakan pendapatannya menurun drastis sejak terjadi pandemi. Bahkan dalam satu hari, tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

Dirinya biasa mencari penumpang dan mangkal di depan RSUD Ulin, Jalan A Yani Km 2, Kota Banjarmasin.

Ia menambahkan juga terkendala peraturan PSBB, tidak boleh membonceng orang lain yang bukan satu keluarga.

Lockdown Mandiri, Warga 3 RT Gang Sidomulyo Banjarmasin Tutup Pintu Masuk

Rencana New Normal Diberlakukan di Banjarmasin, Masker Jenis ini Jadi Incaran

PPDB SMPN Online di Banjarmasin, Siswa Diperbolehkan Mendaftar Lintas Kecamatan, ini Maksudnya

Cegah Kerumunan, Disdik Banjarmasin Lakukan PPDB Online

Selama ada pemberlakuan PSBB, terpaksa kucing-kucingan atau menghindari petugas pos PSBB yang melakukan pemeriksaan.

"Kalau ada penumpang, pas ada pemeriksaan PSBB, terpaksa main kucing-kucingan," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ia menambahkan untuk bisa terhindar dari pemeriksaan di pos PSBB, ia langsung putar haluan dan mencari jalan pintas.

Selama diterapkan peraturan PSBB, ia mengaku tidak mendapatkan bantuan paket sembako.

"Saya berharap, pemerintah bisa meringankan beban saya," haraanya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rahman)

Penulis: Ahmad Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved