Berita Jakarta

Wamendes PDTT Budi Arie Setia Minta Perampas BLT Dana Desa Ditindak

Wamendes PDTT mengaku pernah melakukan sidak langsung di daerah dan menemukan BLT DD diselewengkan sejumlah oknum, warga hanya menerima Rp 50.000.

TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setia 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Banyak daerah telah menyalurkan Bantuan Langsung  Tunai  Dana Desa (BLT DD) kepada  warganya masing-masing,

Namun diduga, tetap terjadi  persoalan di lapangan. Hal ini yang kemudian dilaporkan ke Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sebagaimana diungkapkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (Wamendes PDTT), Budi Arie Setia, pihaknya menerima lebih dari 2.000  pengaduan terkait penyaluran BLT Dana Desa.

"‎Soal BLT Dana Desa kami terima banyak pengaduan, per April saja ada 2100 pengaduan. Masyarakat banyak yang resah dengan penyelewengan BLT Dana Desa yang tidak tepat sasaran," ujarnya dalam sebuah diskusi online dengan tema : efektivitas Social Security NET dalam mengatasi dampak virus corona atau Covid-19 , Sabtu (30/5/2020).

Budi Arie mengaku pernah melakukan sidak langsung di daerah Jawa Barat dan menemukan BLT DD  diselewengkan sejumlah oknum, sehingga warga hanya menerima Rp 50.000  atau Rp 100.000.

Padahal seharusnya, setiap keluarga penerima memperoleh uang tunai Rp 600.000 tiap bulan selama tiga bulan yang direncanakan April sampai Juni 2020.

36 Auditor Harus Awasi 74.957 Desa, Kemendes PDTT Harus Lakukan Langkah Berikut Ini

Satgas Dana Desa Kemendes Turun ke Kabupaten Kapuas, Ternyata Ini yang Dilakukannya

KPK Pisahkan Penahanan Empat Tersangka Suap Kemendes di Tiga Lokasi Berbeda

Pejabat Kemendes yang Jadi Tersangka Penyuap Auditor BPK untuk Raih WTP Ternyata Ketua Saber Pungli

Gagal di Kemendesa Pemko Banjarbaru Minta Bantuan CSR Korsel

"Kalau ditemukan oleh aparat hukum soal penyelewengan BLT Dana Desa silahkan ditindak. Itu uang rakyat, hak rakyat. Pihak yang merampas hak rakyat harus berhadapan dengan hukum," tegasnya.

Terakhir Budi Arie mengimbau warga yang mengetahui adanya penyelewengan bisa melapor melalui aplikasi JAGA BANSOS yang sudah diluncurkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi disertai bukti yang lengkap.

Lebih lanjut Budi Arie berujar negara dimanapun di dunia ini tidak ada yang siap menghadapi kondisi saat ini, di tengah pandemi virus corona.

Pemerintah Indonesia sendiri, menurutnya telah melakukan segala cara dan upaya untuk melawan corona.

"Kuncinya adalah kedisiplinan kita semua, butuh percepatan dalam penanggulangan corona jangan sampai terus meluas. Kita harus waspada," singkatnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terima 2.000 Pengaduan, Wamendes: Perampas BLT Dana Desa Harus Ditindak.

Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved