Ekonomi dan Bisnis

Harga Bawang Merah Melonjak, Harga Bawang Putih Malah Turun dari HET, Ini Ternyata Sebabnya

Berbeda dengan harga bawang merah yang saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilogram, harga bawang putih hanya sekitar Rp 30 ribu saja per kilogram.

banjarmasinpost.co.id/Leni Wulandari
Pedagang Bawang Putih dan sembako, Badrun (50), sedang menunggu pembeli di tempat jualannya, Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Tengah (31/5/2020) 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbeda dengan harga bawang merah yang saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilogramnya, harga bawang putih hanya sekitar Rp 30 ribu saja per kilogram.

"Bawang putih Rp 30 ribu per kilogramnya," ucap pedagang bawang serta sembako, Badrun (50), saat ditemui di Pasar Sentra Antasari, Jalan P Antasari, kelurahan Kelayan Luar, kecamatan Banjarmasin Tengah, kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Mengapa demikian? Hal ini akan dijelaskan oleh Kasi Monitoring dan Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Hanpokting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Trisnawati Mulyo Hapsari.

"Iya. Harga bawang putih di pasaran saat ini normal. Bahkan turun dari harga eceran tertinggi (HET) diharga Rp 33 ribu,"  jelasnya.

Menurutnya, pada Minggu (31/5/2020), turunnya harga bawang putih disebabkan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh kementerian perdagangan pada 31 Mei lalu, yaitu kebijakan berupa pembebasan impor bawang putih.

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah Desa Padangluas, Ternyata Punya Riwayat Penyakit Ini

PSBB di Banjarmasin Tidak Dilanjutkan, Tanggap Darurat Pasca PSBB Diberlakukan

Ini Penjelasan Kemenkeu Soal Pencairan Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri serta Pensiunan

Nelayan Kotabaru Tewas di Atas Perahu, Ini Dugaan Penyebab Kematiannya

Adanya kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020. Dalam kebijakan tersebut, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto membuka luas impor bawang putih dan bawang bombay tanpa pembatasan kuota dan persetujuan impor (PI).

Selain adanya kebijakan baru yang dikeluarkan oleh menteri perdagangan beberapa waktu lalu, ia pun menjelaskan  alasan dibalik banyaknya impor bawang putih yang dipasok dari Cina tersebut.

"Karakteristik tanaman bawang putih memang tidak sesuai dengan iklim kita yang tropis. Karena lebih sesuai di iklim sub tropis seperti Cina. Makanya negara kita masih sebagian besar bergantung impor bawang putih dari Cina," tuturnya.

Ditambahkannya, di Indonesia memang ada beberapa wilayah penghasil tanaman bawang putih. Seperti di Temanggung, Jawa Tengah. Namun kapasitas hasil panen di daerah tersebut tidak mencukupi kebutuhah nasional pada komoditas bawang putih.

Dari penjelasannya, sebab itulah, bawang putih masih sebagian impor dari Cina sehingga stok bawang di pasaran tidak mengalami kelangkaan.

(banjarmasinpost.co.id/leni wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved