Berita Nasional

Hingga Akhir Mei 2020 Bencana Banjir Mendominasi Nasional, Terjadi 532 Kali, Renggut 128 Nyawa

Kejadian bencana hidrometeorologi terutama banjir mendominasi Indonesia dari awal Januari hingga akhir Mei 2020

BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Sejumlah anak di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahalut (Tala), Kalimantan Selatan, bermain air di halaman rumahnya yang kebanjiran, Selasa (19/5/2020) siang. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kejadian bencana hidrometeorologi terutama banjir mendominasi Indonesia dari awal Januari hingga akhir Mei 2020.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) hingga Minggu (31/5/2020) menyebutkan, lebih dari 1.300 bencana hidrometeorologi terjadi dengan korban meninggal dunia 188 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, banjir menjadi bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi dibanding bencana lain seperti tanah longsor dan angin puting beliung. Banjir biasanya dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.

"Data BNPB hingga hari ini mencatat kejadian banjir sebanyak 532 kali. Banjir juga berdampak paling tinggi terhadap kerugian, baik korban jiwa dan kerusakan material," kata Raditya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (31/5/2020).

BNPB mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2020, total korban meninggal akibat banjir berjumlah 128 jiwa. Korban luka sebanyak 119 orang, dan hilang 7 orang.

Pemkab Kotabaru Tunggu Petunjuk Provinsi dan Pusat Pemberlakuan New Normal

Jadwal MotoGP 2020 Terbaru, 9 Sirkuit Siap, Dorna : Tanpa Penonton & Hanya Disiarkan Langsung

Penghuni Balai Diklat Pelaihari Terus Bertambah, Dihuni 15 Positif Covid-19

LINK Pendaftaran Kartu Pra Kerja 2020 Gelombang 4 www.prakerja.go.id, Perhatikan Syarat & Caranya

Sementara itu, lebih dari 2 juta jiwa tercatat pernah mengungsi akibat banjir. Raditya mengatakan, akibat banjir, ribuan rumah dinyatakan rusak.

Kerusakan rumah dengan kategori rusak berat (RB) berjumlah 2.689 unit, rusak sedang (RS) 1.218 unit, dan rusak ringan (RR) 4.094.

Kerusakan lainnya terjadi pada sektor publik, yaitu 295 unit fasilitas pendidikan, 369 unit fasilitas peribadatan, fasilitas kesehatan 25 unit, dan perkantoran 46 unit.

Sedangkan kerusakan infrastruktur vital berupa jembatan sejumlah 163 unit.

Halaman
12
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved