Breaking News:

Internasional

Inggris Bereaksi, Tegaskan Tak Akan Tutup Mata soal UU Keamanan Nasional Hong Kong

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan negaranya tidak akan berpaling dari tanggung jawab terhadap Hong Kong.

Reuters/Tyrone Siu
Pengunjuk rasa anti pemerintah bereaksi saat polisi anti kerusuhan menembakkan gas airmata untuk membubarkan mereka yang menolak rencana Beijing memberlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). 

EDITOR : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inggris ikut berkomentar terkait permasalahan yang terjadi di Hong Kong.

Dilansir dari Reuters, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan negaranya tidak akan berpaling dari tanggung jawab terhadap Hong Kong.

Ia pun mengulangi tawaran London untuk perpanjangan hak visa sebagai tanggapan atas dorongan China untuk memaksakan undang-undang baru di bekas jajahan Inggris tersebut.

"Jika China menindaklanjuti dengan undang-undang keamanan nasional ini, kami akan memberikan kepada orang-orang yang memegang paspor BNO (paspor Nasional Britania Raya) untuk datang ke Inggris," kata Raab kepada BBC.

Kericuhan di Amerika Serikat Meluas, Bangunan Dekat Gedung Putih Dihancurkan Massa

Makin Panas, Korea Utara Dukung China dan Kecam Amerika Serikat soal Hong Kong

Namun ia menambahkan bahwa hanya sebagian kecil dari mereka benar-benar akan datang ke Inggris.

"Kami tidak akan menutup mata, kami tidak akan mengalihkan pandangan dari tanggung jawab kami kepada orang-orang Hong Kong," tegasnya.

Sebelumnya Presiden Trump telah melepaskan status khusus Hong Kong dalam upaya untuk menghukum China karena memberlakukan undang-undang keamanan nasional di pusat keuangan global.

Trump mengatakan Hong Kong tidak lagi memiliki hak ekonomi dan beberapa pejabat dapat menghadapi sanksi dari AS.

Pejabat senior pemerintah Hong Kong mengecam langkah-langkah yang diambil oleh AS.

Menteri Keamanan Hong Kong John Lee mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Hong Kong tidak dapat diancam dan akan terus maju dengan undang-undang baru.

"Saya tidak berpikir mereka akan berhasil menggunakan cara apa pun untuk mengancam pemerintah (Hong Kong), karena kami percaya apa yang kami lakukan adalah benar," kata Lee seperti yang dikutip Reuters.

Senada, Menteri Kehakiman Hong Kong Teresa Cheng mengatakan dasar untuk tindakan Trump adalah sepenuhnya salah besar, dengan mengatakan undang-undang keamanan nasional adalah legal dan diperlukan.

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Inggris bersumpah tak akan berpaling dari tanggung jawab kepada Hong Kong

Editor: Rahmadhani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved