Berita Tapin

Kegiatan Belajar di Sekolah Menunggu Keputusan GTPP Covid-19 Tapin, Begini Penjelasan Kadisdik Tapin

Mesk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) awal ajaran baru ditetapkan jatuh pada 13 Juli 2020 nanti, namun bukan berarti siswa harus belajar ke sekolah

banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Hj Ahlul Jannah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin menetapkan awal tahun ajaran baru, 2020/2021, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) jatuh pada 13 Juli 2020 nanti.

Namun, penetapan itu bukan berarti siswa harus belajar ke sekolah. Penentuan siswa belajar dan guru mengajar di sekolah.

KBM masih berlangsung di rumah secara daring maupun secara luring. Bagi wilayah yang jaringan internet buruk, guru mendatangi rumah siswa memberikan tugas.

KBM di sekolah, menghadapi kenormalan baru ini harus persetujuan dan penetapan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tapin.

"Dalam hal ini kita menunggu ketentuan GTPP Covid-19 Tapin dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin," ujar Hj Ahlul Jannah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Kadisdik Tapin, dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (31/5/2020).

Kalsel Jangan Terburu Terapkan New Normal, Anggota Komisi II DPRD Kalsel Khawatirkan Kondisi Ini

Daftar PTN yang Membuka SBMPTN 2020, Cek Alur Pendaftaran UTBK dan Pastikan Syarat Ini

PSBB di Kota Banjarmasin Tak Dilanjutkan, Begini Penjelasan Wali Kota Soal Aktivitas Tempat Ibadah

Soal Nelayan Kotabaru Ditemukan Tidak Bernyawa, Ini Penjelasan Kasat Polair

Hj Ahlul Jannah membenarkan pihaknya sudah melaksanakan rapat bersama pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.

Peserta rapat terbatas itu melibatkan para pengawas TK, SD dan SMP, Ketua IGTKI dan Himpaudi Tapin, Ketua MKKS SMP dan Ketua K3S se Kabupaten Tapin.

Rapat terbatas itu berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, pada 27 Mei 2020 lalu, menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Surat edaran ini kesimpulannya siswa belajar di rumah, guru mengajar dari rumah dilaksanakan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Kondisi yang dapat menentukan bahwa wabah Covid-19 itu sudah lenyap dari bumi Tapin adalah GTPP Covid-19 Tapin," tegas Ahlul Jannah.

Sementara, H Mahyudi Noor, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Tapin memilih keselamatan santri serta para ustadz dan ustadzah sehingga kegiatan baca tulis Al-Qur'an dilaksanakan di rumah.

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tapin cenderung meningkat angka penderita positif Covid-19 dan belum ada pedoman kenormalan baru di Kabupaten Tapin.

"Maka kami memilih keselamatan para santri dan ustadz serta ustadzah. Santri TK Al-Qur'an dipantau melalui Kartu Prestasi Santri dengan melibatkan orangtua santri membimbing anak dalam hal baca tulis Al-Qur'an," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved