Berita Banjarmasin

Kemenag Kalsel Perintahkan Edaran Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Ditindaklanjuti

Kepala Kemenag Kalsel H Noor Fahmi menindaklanjuti edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah

BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, H Noor Fahmi, Sabtu (23/5/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID - Kepala Kemenag Kalsel H Noor Fahmi menyambut baik diterbitkankannya surat edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid di masa pandemi.

"Segera kita sampaikan ke para kepala kemenag kabupaten/kota, para kepala KUA dan Penyuluh Agama untuk di tindaklanjuti oleh para para panitia atau penyelenggara rumah lbadah sesuai dengan surat edaran tersebut," kata Fahmi, Minggu (31/5/2020).

Sebelumnya Menteri Agama RI, Fachrul Razi mengatakan surat edaran ini diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya.

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” terang Menag.

Memasuki Kenormalan Baru, Sekda Banjar Tegaskan Buka Tempat Ibadah untuk Salat Jumat

MUI HSS Perbaharui Imbauan Salat Jumat Disaat Pandemi, Ini Isinya

Kecuali di Mekkah, Arab Saudi Perbolehkan Salat Berjemaah di Masjid Menuju New Normal

Menurutnya, surat edaran mencakup panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah atau kolektif.

Di dalamnya mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status Zona yang berlaku di daerah.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif,” tegas Menag.

Menag menggarisbawahi, rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di Kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19.

Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved