Pasar Terapung Lokbaintan

Pasar di Kalsel Ini yang Masih Melakukan Barter

Pedagang pasar tradisional terapung Lokbaintan Kabupaten Banjar masih melakukan barter supaya bisa memperoleh barang yang diperlukan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Sesama pedagang Pasar Terapung Lokbaintan di Desa Lokbaintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bertukar barang atau barter, Minggu (31/5/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi pelancong jika datang ke Kalimantan Selatan adalah Pasar Terapung.

Meskipun kini sudah ada pasar terapung di tengah Kota Banjarmasin yakni di Siring Pierre Tendean, namun pasar terapung legendaris, yakni Pasar Terapung Lok Baintan, masih oke untuk dikunjungi.

Pasar Terapung Lok Baintan berada di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasar tradisional yang ini, berlokasi di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura dan berakhir di Sungai Bakung.

Memasuki Kenormalan Baru, ASN Kabupaten Banjar Tak Lagi WFH

Pasar Terapung Lokbaintan Tetap Berdetak, Segini Pedagang yang Beraktivitas

Promosi Wisata Jadi Tantangan Naga Kabupaten Banjar, Kamila Pilih Pasar Terapung Lokbaintan

Pengunjung ke Museum Wasaka Lebih Banyak Menggunakan Kelotok Sepaket dengan Wisata ke Lokbaintan

Konvoi perahu kano pedagang menawarkan hasil tanaman mereka. Mulai dari sayuran, buah-buahan hingga ikan.

Para pedagang yang berjualan di Pasar Terapung sendiri datang dari berbagai anak Sungai Martapura, yaitu Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.

Aktivitas perdagangan dimulai dari pukul 5 pagi hingga 9 pagi.

Biasanya para pedagang berjualan sesama pedagang. Namun tak hanya transaksi dengan uang, pedagang juga bisa barter dengan barang yang mereka jual.

Terhimpun oleh Banjarmasinpost.co.id, selain mengandalkan pembeli warga sekitar dan pengunjung, pedagang pasar terapung juga mengharapkan barang dagangannya dibeli oleh para pedagang, baik dengan sistem barter maupun dibeli dengan uang.

Para pedagang pasar terapung hingga kini juga didominasi kaum perempuan. Selain karena keperluan ekonomi, para pedagang pasar terapung juga sudah terbiasa dengan aktivitas di jual beli di atas sungai.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved