Bisnis Techno
Android 11 Batal Meluncur Minggu Ini Gegara Rusuh SARA Akibat Kematian George Floyd
Peluncuran Android 11 belakangan kembali ditunda, diduga akibat kerusuhan yang dipicu oleh peristiwa kematian George Floyd di Minneasota, AS.
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengenalan Android 11, Google rencananya mengadakan acara khusus yang digelar secara virtual pada Rabu (3/6/2020) minggu ini.
Tapi agenda yang bertajuk "What's new in Android" dan "All things privacy in Android 11" itu belakangan kembali ditunda, diduga akibat kerusuhan yang dipicu oleh peristiwa kematian George Floyd di Minneasota, AS.
Seperti diketahui Google telah mengumumkan menunda acara tahunan Google I/O yang sedianya digelar pada Mei, akibat pandemi Covid-19.
Ajang Google I/O sensiri dipakai Google untuk mengenalkan produk baru, seperti ponsel Pixel dan OS Android terbaru.
• Ditebas Samurai, Brigadir Leonardi Tewas di Ruang SPKT Polsek Daha Selatan
• Cara Baru Pendaftaran SBMPTN 2020 dari 2 - 20 Juni 2020: Berikut Daftar 85 PTN yang Siap Menerima
• Istri Derek Chauvin Ajukan Cerai Setelah Kasus Suaminya Tindih Leher George Floyd hingga Tewas
Google memang tidak menyebut alasan penundaan tersebut, tetapi lewat akun Twitter resmi @AndroidDev, dikatakan bahwa ini waktu yang tidak tepat untuk mengadakan perayaan.
"Kami menunda acara 3 Juni dan peluncuran beta (Android 11). Kami akan memberi tahu lebih lanjut tentang Android 11 dalam waktu dekat," tulis akun Android Developers.
Untuk diketahui, warga di AS tumpah ruah ke jalanan untuk melakukan protes atas kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas setelah seorang oknum polisi melakukan kekerasan terhadapnya di Minneasota.
Video aksi kekerasan itu pun viral, sehingga memicu kemarahan di berbagai negara bagian. Kematian Floyd memunculkan isu rasisme yang kuat di AS yang kemudian membuat sebagian besar kalangan ikut bersimpati, mulai dari politisi, selebriti, hingga influencer gadget.
Dirangkum KompasTekno dari Cnet, Senin (1/6/2020), mulanya acara peluncuran Android 11 akan dihadiri vice president of engineering Android, Dave Burke dan director of product management, Stephanie Cuthbertson sebagai pembicara.
Google belum mengonfirmasikan kapan acara akan dijadwalkan ulang. Namun menurut Google, penundaan ini tidak akan mengubah jadwal peluncuran Android 11 versi final, yang direncanakan pada kuartal III-2020.
Perilisan Android 11 versi beta sendiri kabarnya akan mencakup versi final API SDK dan NDK. Kemudian versi beta 2 yang rencananya dirilis bulan Juli, ditargetkan sudah stabil, alias tidak memiliki bug berarti.
Lalu perilisan versi beta 3, yang merupakan versi final, akan dilakukan pada Agustus mendatang.
11 Fitur Baru yang Bakal Hadir di Android 11, berikut daftarnya:
1. Kamera dan mikrofon hanya aktif saat aplikasi digunakan
Pada Android 10, Google telah membatasi akses aplikasi terhadap lokasi pengguna. Akses lokasi tersebut diberikan hanya ketika aplikasi dalam kondisi aktif, bukan berjalan di background (latar belakan).
Fitur ini membuat privasi pengguna menjadi lebih terjaga.
Pada Android 11, Google meningkatkan keamanan privasi tersebut. Nantinya, sama halnya dengan lokasi, kamera dan mikrofon juga akan dibatasi aksesnya.
Sehingga kamera dan mikrofon hanya akan aktif ketika aplikasi dibuka. Setelah aplikasi ditutup, kamera dan mikforon akan non-aktif.
2. Akses lokasi di background diperketat
Google kini tampaknya lebih memperhatikan masalah privasi. Pada Android 11 nanti, Google akan memperketat perizinan akses lokasi aplikasi yang berjalan di latar belakang.
Alasanya, selama ini banyak aplikasi yang mengaku perlu akses lokasi pengguna saat berjalan di latar belakang. Padahal, tanpa akses tersebut, aplikasi tetap masih akan bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Nantinya, Google akan mengotorisasi aplikasi secara manual untuk menentukan apakah mereka mereka benar-benar butuh akses lokasi di background atau tidak.
3. Mempermudah update aplikasi di Play Store
Android 11 akan mengikuti jejak Android 10, di mana Google bisa memperbarui beberapa elemen di sistem.
Hal ini bertujuan agar Google lebih leluasa memperbarui aplikasi langsung dari Play Store tanpa melibatkan pengembang.
Android 11 juga akan mengalami beberapa peningkatan modul di sistem aplikasi. Termasuk pengaturan untuk mengontrol akses privasi ke penyimpanan internal dan satu lagi untuk menangani sistem antarmuka aplikasi.
4. Gelembung notifikasi
Fitur ini sudah tersiar sejak tahun lalu dan sempat digadang masuk ke Android 10. Gelembung notifikasi atau bubbles memungkinkan aplikasi muncul dalam ukuran kecil di layar ketika ada notifkasi baru.
Konsepnya mirip dengan pesan pop-up yang bisa digunakan untuk membalas pesan dengan cepat.
Pengguna bisa mengetuk gelembung notifikasi untuk membuka aplikasi dan mengetuk gelembung lagi untuk mengecilkannya (minimize).
Ini bukanlah fitur baru, beberapa versi Android sudah bisa mencoba fitur ini. Google ingin menjadikan fitur ini sebagai fitur bawaan yang bisa digunakan untuk lebih banyak aplikasi, bukan hanya untuk aplikasi perpesanan saja.
5. Pengkategorian notifikasi
Android 10 membagi notifikasi menjadi dua kategori. Pertama notifikasi utama dan notifikasi yang kurang diprioritaskan.
Nantinya di Android 11 akan ada satu kategori notifikasi lagi, yakni notifikasi berdasarkan perpesanan. Seksi ini berada di bagian paling atas panel notifikasi.
6. Fitur screenshot yang lebih lengkap
Tangkapan layar atau screenshot menjadi fitur cukup penting saat ini. Di Android 11 nanti, Google akan menambahkan tool untuk menangkap gambar berformat panjang.
Itu artinya, gambar yang tertangkap tidak hanya yang berada di area layar saja, tapi keseluruhan gambar yang digulir dari atas ke bawah. Google juga akan menambahkan fitur screen recorder bawaan di menu "Quick Setting".
Fitur ini biasanya digunakan para gamer untuk merekam kegiatan game mobile mereka.
Selama ini, pengguna mendapatkan fitur screen recorder dari aplikasi pihak ketiga.
7. Pendeteksi pengembang aplikasi
Android 11 nanti juga akan bisa mendeteksi apakah ponsel dimiliki perusahaan atau pribadi.
Perusahaan bisa mengatur profil perangkat di sistem Android sebelum menyerahkannya ke pegawai. Namun jika tidak, perangkat akan terdeteksi sebagai perangkat pribadi.
8. Menyimpan SIM digital
Fitur satu ini terdengar cukup menarik. Google akan menambahkan fitur penyimpanan SIM digital secara khusus.
Namun, yang menjadi masalah, tidak semua negara sudah memberlakukan sistem SIM digital ini, termasuk Indonesia.
Salah satu negara yang sudah mengadopsi sistem SIM digital ini adalah Wyoming, Amerika Serikat. Bentuknya seperti aplikasi dan menggunakan sidik jari untuk log in.
Setelah log in, kartu SIM digital akan langsung terpampang. Di AS sendiri belum semua otoritas mendukung sistem SIM digital.
9. 5G
Teknologi 5G akan semakin banyak diadopsi beberapa negara beberapa tahun mendatang. Google pun tidak mau terlambat menyiapkan Android untuk sistem ini. Mereka akan membuat sistem agar aplikasi lebih mudah mendeteksi koneksi 5G.
10. Pin favorit di menu share
Pengguna Android 11 nantinya akan bisa menyematkan tujuan favorit di menu share (bagikan).
Hal ini untuk mempermudah pengguna apabila sering mengirimkan apapun kepada beberapa penerima tertentu. Fitur ini sudah ada di Android versi lama namun dirombak pada Android 10.
11. Tema gelap yang menyala otomatis
Fitur mode gelap tengah menjadi primadona belakangan ini. Namun tidak semua pengguna menyukai mode ini dipasang setiap waktu.
Pada Android 11, pengguna bisa menjadwalkan mode gelap agar dapat aktif secara otomatis. Pilihan yang tersedia nantinya adalah mengaktifkan mode gelap dari petang hingga pagi atau mengaturnya secara kustom.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Kematian George Floyd, Android 11 Batal Meluncur Minggu Ini",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-android-11.jpg)