Wabah Corona di Kalsel

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tala Ancang-ancang Siapkan Karantina Kecamatan

Pemkab Tanahlaut mempersiapkan lantai tiga RSUD Hadji Boejasin di Saranghalang untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19.

banjarmasinpost.co.id/idda royani
Wakil Bupati Tanahlaut Abdi Rahman, Lantai tiga RSHB di Saranghalang ini sedang dipersiapkan untuk ruang isolasi pasien positif covid. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Masih terus bertambahnya orang-orang yang terpapar corona virus diseases (covid-19) memaksa Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memutar otak lebih cepat.

Apalagi tempat karantina/isolasi di Fasilitas Layanan Khusus (Fasyansus) yakni di eks RSUD Hadji Boejasin (RSHB) hampir tak mampu menampung.

Bahkan sejak pekan lalu diperluas lagi dengan memanfaatkan Balai Diklat di Jalan Hutan Kota, Pelaihari.

Saat ini Pemkab Tala juga sedang membenahi eks rumah dokter dan area parkir belakang eks RSHB untuk tempat tambahan karantina/isolasi.

Satu PDP di Tanahlaut Meninggal, Ini Penyakit Penyerta yang Diidap

Delapan Orang PDP di Balangan Dikarantina, Tunggu Hasil Swab

7 Pegawai RSUD Tanbu Dikarantina di Kompleks Perumahan, Begini Kata GTPP Covid-19

Selain itu juga sedang mempersiapkan lantai tiga RSUD Hadji Boejasin di Saranghalang untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Namun sebagian warga Tala berharap perluasan fasyansus tak sampai diperluas lagi di RSHB Saranghalang.

"Jangan banyak-banyak. Kan sudah ada sekitar lima ruang isolasi covid-nya, jangan ditambah lagi donk," ucap Rina, warga Pelaihari, Selasa (2/6/2020)

Ibu dua anak ini mengaku waswas juga jika RSHB di Saranghalang banyak pasien covid. "Apalagi kan virus corona ini kabarnya cepat banget menularnya," tandasnya.

Wakil Bupati Tala Abdi Rahman mengatakan antisipasi lonjakan jumlah orang-orang yang reaktif dan terkonfirmasi positif covid-19 terus diupayakan. Di antaranya memang pemanfaatan lantai tiga RSHB di Saranghalang.

Dikatakannya, lantai tiga RSHB tersebut mamiliki jalur khusus yang tak melalui jalur pasien umum. Karena itu memungkinkan dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif covid. Kapasitasnya bisa mencapai 45 kamar.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved