Breaking News:

Tempat Bersejarah di Banjarmasin

Berarsitektur Banjar dan Indish, Masjid Jami Sungai Jingah Didirikan Tahun 1777

Masjid berarsitektur Banjar dan kolonial (Indish) ini dibangun dari bahan dasar kayu ulin yang dibangun sekitar tahun 1777

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Masjid berarsitektur Banjar dan kolonial (Indish) ini dibangun dari bahan dasar kayu ulin yang dibangun sekitar tahun 1777 dan merupakan masjid tertua di Kalimantan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID - Semasa hidup ulama kharismatik, Guru Zuhdi, Masjid Jami merupakan salah satu tempat pengajian yang dihadiri ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kota Banjarmasin.

"Setiap ada pengajian almarhum Guru Zuhdi, saya berusaha menyempatkan diri menghadirinya," papar Muhammad.

Tak hanya sebagai tempat menuntut ilmu agama, ternyata Masjid Jami merupakan sebuah masjid bersejarah tak hanya bagi Kota Banjarmasin tetapi juga untuk lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.

Masjid berarsitektur Banjar dan kolonial (Indish) ini dibangun dari bahan dasar kayu ulin yang dibangun sekitar tahun 1777 dan merupakan masjid tertua di Kalimantan.

Kaltengpedia: Profil Masjid Jami Assalam Sampit

Kalselpedia - Daftar 5 Masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan, Ada Masjid Jami Banjarmasin

Masjid Jami Sampit Masjid Tertua di Kotim, Letaknya di Bantaran Sungai Mentaya

Kontruksi bangunan masjid yang berlokasi di kawasan Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara ini, seluruhnya didominasi kayu besi atau Urang Banjar menyebutnya kayu ulin.

Lokasi awal pembangunan masjid di tepi Sungai Martapura, kemudian pada tahun 1934 masjid ini dipindahkan di Jalan Masjid Kelurahan Antasan Kecil Timur Banjarmasin. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved