Tempat Bersejarah di Banjarmasin

Dijaman Hindia Belanda, Areal Masjid Raya Sabilal Muhtadin Adalah Benteng Tatas

Di Jaman Hindia Belanda, areal Masjid Sabilal Muhtadin dulunya adalah sebuah asrama tentara bernama Benteng Tatas

banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Sebelum berdiri Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Di areal Masjid kebanggaan warga Banjarmasin ini dulunya adalah Benteng Tatas. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID - Kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin terlihat megah dan merupakan icon sekaligus kebanggaan umat Islam tak hanya warga Banjarmasin, juga Kalimantan Selatan.

Sebelum di bangun menjadi masjid, di zaman Hindia Belanda, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Tengah terdapat sebuah asrama tentara bernama Tatas atau pada masa itu dikenal dengan sebutan Fort Tatas atau Benteng Tatas.

"Saya ingat sewaktu masih anak-anak, sebelum dibangun menjadi masjid, merupakan asrama tentara. Juga dijadikan tempat alun-alun, pasar malam atau tempat hiburan seperti Rhoma Irama tampil," papar Herawati.

Menurutnya, lokasi di tempat tersebut sangat luas dan cukup rindang berbuat bermain masa kanak-kanak.

KalselPedia: Fakta Meriam Benteng Tatas, dari Penemuan hingga Sampai di Masjid Sultan Suriansyah

Waktu Sempit, Arkeolog Sulit Teliti Benteng Tatas

Gotong Royong Bersama Warga, Koramil 1007-03/BBT Bersihkan Sungai Tatas

Tahun 1964, mantan Gubernur Kalimantan Selatan, H Maksid bersama dua orang mantan Pangdam X/Lambung Mangkurat H Hasan Basry dan H Yusi serta ulama dan tokoh masyarakat berkeinginan mempercantik wajah Kota Banjarmasin dengan cara mendirikan masjid.

Atas saran Pangdam X / Lambung Mangkurat yang saat itu dijabat Amir Machmud dan Gubernur Kalimantan Selatan yang dijabat H Aberani Sulaiman, sehingga masjid bernama Sabilal Muhtadin dibangun di tanah seluas 100.000 meter persegi, bekas Asrama Tatas.

Pembangunannya dilaksanakan sejak 10 November 1974 hingga selesai di bulan Oktober 1979.

Nama Masjid Sambilal Muhtadin diambil dari nama kitab karya ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (1710-1812) yang mengembangkan Islam di kerajaan Banjar. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved