Ekonomi dan Bisnis

Harga Ayam Masih Terpantau Tinggi, Disperindag Banjarmasin Sebut Peternak Trauma

Hari kesembilan pasca lebaran 1441 H atau 2020 M, harga ayam di Banjarmasin belum juga mengalami penurunan

banjarmasinpost.co.id/leni wulandari
Pedagang Ayam potong Hj. Suriah dan Imah di Pasar Sentra Antasari, Banjarmaian Tengah, Senin (1_6_2020)._1 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari kesembilan pasca lebaran 1441 H atau 2020 M, harga ayam di Banjarmasin belum juga mengalami penurunan.

Terpantau di pasar Sentra Antasari Jalan P Antasari kelurahan Kelayan Luar kecamatan Banjarmasin Tengah, harga ayam potong berada dikisaran harga Rp 43.000 sampai Rp 55.000.

Hal itu disampaikan oleh pedagang ayam potong, Hj Suriah dan Imah pada Senin (1/6/2020). Kenaikan ayam tersebut juga dikeluhkan oleh mereka.

"Mahal sekali sekarang ayam. Sejak memasuki lebaran sampai sekarang belum turun. Rp 43.000 untuk ayam potong perekor. Kalau per kilogram harganya Rp 33.000," kata Hj Suriah.

Harga Ayam di Banjarmasin Malah Naik Setelah Lebaran

Pasokan Ayam Kalteng Masih Tergantung Pada Peternak Besar Kalsel karena ini

Harga Ayam Potong Sempat Naik, Kapolresta Palangkaraya Langsung Pantau Pasar Tradisional

Ia mengungkapkan tidak mengetahui sebab pasti kenaikan harga ayam yang terus melonjak sejak jelang lebaran hingga saat ini.

Begitu pun yang disampaikan oleh Imah, kenaikan harga ayam mencapai dua kali lipat dibandingkan sebelum lebaran dengan harga saai ini, pasca lebaran.

"Satu kilogramnya Rp 32.000 itu ayam ras. kalau yang per ekor ini ayam potong Rp 55.000 per ekornya," ujar Imah.

Mengonfirmasi hal tersebut, Kasi Monitoring dan Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Hanpokting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Trisnawati Mulyo Hapsari memberikan tanggapannya mengenai kenaikan harga ayam akhir-akhir ini.

"Kemungkinan peternak kita mengalami trauma. Sebab harga ayam yang sebelumnya pernah merosot turun sehingga banyak yang merugi. Sehingga banyak peternak ayam yang menghentikan sementara peternakannya," ucapnya.

Ditambahkannya, kenaikan harga ayam yang saat ini terjadi mungkin saja beberapa peternak yang sempat menghentikan sementara usahanya tersebut memicu kenaikan harga.

Kenaikan harga ayam potong ini juga ditanggapi oleh kepala UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kota Banjarmasin, Agus Siswadi (50).

Sopir Angkutan dari Kalsel Wajib Memperlihatkan ini, Pasokan Ayam Potong di Kalteng Terancam

Angkutan Ayam Potong Boleh Masuk Palangkaraya Tanpa Suket Bebas Covid-19, tapi Wajib ini

Ungkapnya, kenaikan harga ayam potong disebabkan oleh adanya sistem pengembalian modal dari para peternak ayam yang merugi akibat harga ayam yang anjlok sebelum lebaran.

"Bisa jadi peternak mau menegmbalikan modal yang sempat rugi karena harga ayam sempat turun drastis ke harga Rp 13.000 per kilogramnya. Sedangkan untuk harga pakan ayam tidak turun," ungkapannya.

(banjarmasinpost.co.id/leni wulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved