Berita Hulu Sungai Utara

VIDEO Begini Kondisi Perajin Anyaman di Kabupaten HSU Saat Pandemi

Karena menjadi korban terdampak Covid-19, perajin mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dearah termasuk dari Dekranasda Kabupaten HSU.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Rumah Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kota Amuntai, Kalimantan Selatan, setop bikin kerajinan. 

Menurut Husna, pemilik Galeri Kembang Ilung, mengatakan kepada Banjarmasinpost.co.id, pandemi Covid-19 sejak sekitar tiga bulan terakhir berdampak pada pemesanan kerajinan anyaman purun dan eceng gondok yang berkurang drastis.

Galeri Kembang Ilung biasa menjual berbagai kerajinan dari eceng gondok dan juga purun yang sudah disulap menjadi aneka macam model tas, dompet, sandal, kursi, taplak meja.

Biasanya, ada 10 perajin yang membantu Husna dalam memenuhi pesanan baik dari Kalimantan Selatan maupun dari luar Kalsel.

Kapolres HSU Nasihati Langsung Warga yang Tak Gunakan Masker

Sampaikan Covid-19 di HSU, Bupati Wahid Harapkan Warga Rubah Kebiasaan Kumpul di Warung

Selama ini pesanan paling banyak adalah dari Bali, Bogor dan Jakarta selama satu bulan untuk anyaman purun bisa mengirim sekitar 1.000 pcs. Sedangkan untuk eceng gondok sekitar 200 hingga 500 pcs.

“Namun selama tiga bulan terakhir pesanan dari luar daerah mereka hentikan sementara, sehingga hanya menerima pesanan dari lokal bulan lalu saja hanya membuat 20 pcs,” ujarnya.

Untuk perajin, otomatis juga tidak bekerja sementara. Dari 10 perajin bulan lalu, menyisakan tiga perajin. Dan bulan ini, seluruh perajin tidak bekerja sementara waktu karena memang tidak ada pesanan.

Dirinya berharap pandemi Covid-19 bisa segera berahir sehingga pesanan bisa kembali seperti semula, sehingga bisa kembali berproduksi.

Polres HSU Amankan Dua Tersangka Kasus Sabu di Pelabuhan Danau Panggang

Pasar Pagi Desa Telaga Silaba HSU Jadi Sasaran Sosialisasi Covid-19

Bukan hanya perajin saja yang menjadi dampak dari tidak beroperasinya kerajinan ini, namun juga para suplier dari warga yang bisanya menjual bahan dasar purun dan juga eceng gondok.

Karena menjadi korban terdampak Covid-19, perajin juga mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dearah termasuk dari Dekranasda Kabupaten HSU.

Purna salahsatu warga yang tengah membeli langsung hasil kerajinan mengatakan harga untuk tas kerajinan relatif terjangkau sekitar Rp 200.000  itupun sudah dengan model dan kualitas baik. Jika dibanding dengan tas di pasaran, mampu bersaig bahkan lebih murah.

Sudah saatnya dari warga HSU sendiri yang mencintai produk lokal dari daerah sendiri, sehingga bisa membantu pengrajin lokal untuk bisa mengembangkan usahanya. Sekaligus mempromosikan kepada orang diluar Kabupaten HSU.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved