Kisah Inspiratif

Jejak Presiden Soekarno di Pulau Ende, Pikirkan Pancasila di Bawah Pohon Sukun

Di bawah pohon sukun inilah Bung Karno mendapat butir-butir mutiara kebangsaan yang menjadi pokok-pokok pikiran Pancasila.

pos kupang
Patung Bung Karno 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bung Karno bersama dan istri, Inggit Garnasih, anak angkat mereka, Ratna Djuami, serta mertua, Amsi, bertolak dari Surabaya menuju Pelabuhan Ende dengan kapal barang KM van Riebeeck. Bung Karno dan keluarga kemudian menjalani masa pengasingan.

Yanto Ambuwaru, cucu Haji Abdullah, pemilik rumah yang ditinggali Bung Karno sekeluarga, menceritakan selama berada di Ende ada beberapa tempat penting bagi Sang Proklamator. Tempat itu antara Pelabuhan Ende, Pos Militer, Taman Bung Karno, Katedral dan Makam Amsi, Gedung Imakulata, Masjid Ar-Rabithah dan Eks Toko De Leew. Keterangan Ambuwaru terkait tempa tersebut didukung informasi dari Booklet Revitalisasi Kawasan Bersejarah Bung Karno di Ende.

Pelabuhan Ende merupakan lokasi berlabuhnya kapal pengangkut Soekarno dan keluarga. Saat itu pelabuhan Ende sudah cukup terkenal karena menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal dari berbagai daerah.

Wajah Ariel NOAH ala Anime Jadi Sorotan, Ayah Alleia Dikomentari Armand Maulana & Gading Begini

Uang Anang Usai Bercerai dari Krisdayanti Diungkap ke Raffi Ahmad dan Nagita, Ayah Aurel Cerita Ini

Link Video Syur Mirip Syahrini Dibuka Reino Barack, Wajah & Rambut Pemerannya Disorot Suami Incess

Pantauan Pos Kupang, kondisi pelabuhan Ende saat ini cukup baik, memiliki view yang menarik ke arah laut dan pulau. Warga sekitar sering memancing ikan di pelabuhan tersebut. Sayangnya, tidak ada penanda bahwa Bung Karno pernah berlabuh di pelabuhan tersebut.

Ketika menginjakan kaki di Ende, Bung Karno dan keluarga dibawa oleh prajurit Belanda ke Pos Militer (saat ini Markas POM). “Menurut cerita ayah, Bung Karno dikawal ketat oleh prajurit Belanda,” kata Ambuwaru.

Menurutnya, Bung Karno juga diawasi ketat oleh prajurit Belanda selama berada di Ende. Bung Karno juga diwajibkan melapor diri secara rutin di Pos Militer tersebut.

Ambuwaru menuturkan, Taman Bung Karno merupakan tempat Bung Karno beristirahat. Taman ini dekat Pantai Pelabuhan Ende. Di taman ini ada pohon sukun bercabang lima, tempat favorit Bung Karno. Di bawah pohon sukun inilah Bung Karno mendapat butir-butir mutiara kebangsaan yang menjadi pokok-pokok pikiran Pancasila.

Di taman ini telah dibangun patung Bung Karno berukuran besar. Tampak Bung Karno tengah duduk memangku kaki melihat ke arah pantai. Sekeliling taman ini dipagari seng karena masih ada beberapa item taman yang belum selesai dikerjakan.

Kemudian Masjid Ar-Rabithah. Masjid ini sering dikunjungi Bung Karno untuk salat Jumat. Saat ini masjid tersebut digunakan untuk umat muslim untuk beribadah. Kondisinya masih bagus. Sayangnya tidak ada penanda bahwa Bung Karno sering salat Jumat di masjid tersebut.

Ada pula Katedral Ende yang merupakan tempat Bung Karno membangun relasi pertemanan dengan para pastor. Di katedral ini Bung Karno juga banyak membaca karena dia diberi keluasan untuk menggunakan perpustakaan di katedral.

Ambuwaru menuturkan, Gedung Pertunjukan Imakulata merupakan tempat yang sangat penting karena di sanalah Soekarno menyuarakan perjuangannya untuk Indonesia merdeka. Di gedung tersebut Soekarno bersama kelompok Kelimutu binaan Soekarno mementaskan tonil-tonil perjuangan.

Menurutnya, kurang lebih ada tiga belas Tonil yang dibuat oleh Soekarno. Antara lain, Dokter Setan, Rendo, Rahasia Kelimutu, Jula Gubi, Kut Kutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, Nggera Ende, Amoek, Rahasia Kelimutu II, Sang Hai Rumba, dan 1945.  (edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved