Tajuk

Kesabaran Berhaji

Tahun ini, pemerintah Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah calon haji ke Arab Saudi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah Indonesia telah membuat keputusan yang cukup besar. Tahun ini, pemerintah Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah calon haji ke Arab Saudi. Hal itu karena pemerintah kerajaan Arab Saudi tak kunjung memberikan keputusan apakah membuka pintu bagi jemaah negara lain atau tidak, terkait dengan pandemi Covid-19.

Keputusan ini dapat bisa dibilang besar dan berani karena menyangkut banyak orang. Ada sekitar 221 ribu warga negeri ini yang dijadwalkan menunaikan Rukun Islam yang kelima pada tahun ini. Tidak hanya mereka yang, ada banyak calon haji yang terdampak mengingat jumlah daftar tunggunya lebih dari empat juta orang. Hal ini karena mereka yang seharusnya berangkat tahun ini akan diprioritaskan pada tahun depan. Artinya ini memundurkan jadwal keberangkatan jemaah calon haji tahun berikutnya.

Untuk menguatkan keputusan pemerintah, Menteri Agama Fachrul Razi mengemukakan sejumlah alasan. Pertama pemerintah tidak sanggup memproses jemaah calon haji jika ternyata Arab Saudi membuka pintu Tanah Suci. Hal ini karena berdasarkan jadwal, gelombang pertama jemaah Indonesia berangkat pada 26 Juni 2020. Alasan lainnya tentu saja agar pandemi virus corona tidak semakin ganas.

Menag juga menyatakan ini bukan kali pertama Indonesia tidak melakukan pemberangkatan haji. Pada 1946, 1947 dan 1948, pemerintah tidak melakukan pemberangkatan karena agresi militer Belanda.

Kendati demikian tetap saja akan ada yang kontra dengan keputusan ini. Ada yang menilai keputusan ini terlalu cepat. Terlebih jika Arab Saudi beberapa waktu ke depan membuka pintu bagi jemaah dari negara lain.

Mereka akan menilai pemerintah Indonesia tidak bisa melobi pemerintah Arab Saudi agar membuat keputusan yang lebih cepat. Mereka juga akan menilai pemerintah tidak memiliki kesanggupan untuk memproses jemaah calon haji agar siap berangkat.

Namun keputusan sudah diambil. Pemerintah harus bertanggung jawab dengan keputusannya. Tanggung jawab pertama tentu saja memastikan mereka yang seharusnya berangkat tahun ini bisa berangkat tahun depan.

Jemaah calon haji juga harus sabar dan ikhlas. Ini karena memang tuntunannya demikian. Terlebih menunggu satu tahun bukan hal baru mengingat waktu tunggu jemaah calon haji negeri ini sampai 2050. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved