Berita Kotabaru

Angin Kencang Robohkan Bagang, Nelayan Kotabaru Ini Rugi Rp 15 Juta

Angin kencang telah merusak sejumlah bagang milik nelayan di Desa Sarangtiung dan Desa Gedambaan Kabupaten Kotabaru.

DOK BPOST GROUP
ILUSTRASI - Bagang nelayan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Nelayan bagang di dua desa di Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali mengalami kerugian jutaan rupiah akibat angin kencang, Rabu (4/6/2020) sore.

Angin kencang yang terjadi antara sekitar pukul 15.00 Wita, selain merusak beberapa bagang nelayan di Desa Sarangtiung. Insiden, juga dialami nelayan Desa Gedambaan. 

"Desa Gedambaan ada, salah satunya bagang punyaku. Di Sarangtiung, kemungkinan banyak lagi," jelas Ikbal, salah satu nelayan bagang di Desa Gedambaan kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (4/6/2020).

Menurut Ikbal, robohnya bagang yang diakibatkan fenomena alam, terjadi hampir setiap tahun. Kini, dirinya mengalami kerugian Rp 15 juta. "Awalnya punya lima bagang. Empat sudah roboh kejadian tahun lalu, kemarin satu lagi. Jadi, sudah habis," ucap Ikbal.

Kemudian dia melanjutkan, ancaman ambruknya bagang nelayan di dua desa ini yang sering disebabkan angin kencang,  sebenarnya bisa diantisipasi. 

"Tidak mesti juga setiap tahun ambruk saat musim angin kencang. Tergantung nelayan sebenarnya, kalau rajin melakukan pemeliharaan," ucap Ikbal. 

Polemik Bagang Masuk Jalur Pelayaran, Puluhan Nelayan di Kotabaru Gelisah

Kapal Pembawa Ikan Tertancap di Kayu Bagang, Korban Sempat Berenang dan Minta Pertolongan

Cuaca Ekstrem, Tangkapan Nelayan Bagang Menurun, Hanya Sebagian yang Berani Melaut

Hasil Tangkapan Berkurang, Nelayan Bagang Tuntut Kompensasi

Forkopimda Kotabaru Akan Putuskan Nasib Tambang Emas di Sungai Durian

Disinggung berapa jumlah, tidak mengetahui persis. "Ya, pastinya bagang punyaku. Punya teman-teman, belum tahu ada berapa jumlahnya," pungkas Ikbal kepada Banjarmasinpost.co.id.

Terkait peristiwa itu, Kepala Desa Sarangtiung, M Yohanes, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya belum bisa memberikan keterangan. 

"Masih sibuk, ada pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai)," ucap Yohanes. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Zainal Arifin dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui. "Belum ada dapat informasi," ujar Zainal.

Menurut Zainal, setelah adanya Undang-undang Nomor 23 tahun 2014, terkait bagang, bukan kewenangan kabupaten. Tapi,  kewenangan provinsi. 

Namun sepengetahuannya, terkait dengan bagang tancap, provinsi tidak lagi memprogramkan. "Karena, rawan rusak kena angin kencang dan berada di alur," jelasnya. 

Selain provinsi juga pernah memproggramkan jaring apung untuk menggantikan bagang tancap. "Jaring apung sama cara kerjanya dengan bagang tancap, menggunakan lampu juga. Jaring apung cukup mahal biayanya, tapi bisa berpindah-pindah," tandas Zainal. 

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved