Wabah Corona di Kalsel

UPDATE Covid-19: Kalsel Masuk Sorotan Presiden Joko Widodo, Positif Corona Hari ini Tambah 109

Karena kasus Cpvid-19 di Kalsel cukup tinggi sehingga mendapat sorotan juga dari Presiden, Kalsel akan terus bekerja untuk menekan angka kematian.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Perkembangan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Kamis (4/6/2200). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan mencatat tambahan kasus baru sebanyak 109, disusul DKI Jakarta 94, Jawa Timur 90 dan Sulawesi Selatan 54.

Kasus yang banyak ditemukan Covid-19 di tiga daerah ini, menjadi sorotan Presiden RI Joko Widodo.

Dalam rapat terbatas, Presiden RI Joko Widodo meminta kepada Gugus Tugas, kementerian, TNI, Polri utamanya konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, termasuk di Kalimantan Selatan.

Diminta tanggapan soal ini, Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (4/6/2020), meluruskan, bahwa sejatinya temuan kasus ini artinya sebuah kinerja dari petugas epidemologi di lapangan yang sangat aktif.

Video Penjelasan Rencana Penambahan Peralatan Uji Swab di Kalsel

Kemenag Kalsel Bolehkan Asrama Haji untuk Tempat Penanganan Covid-19

Bagikan 1.500 Paket Sembako, Paman Birin Apresiasi Bantuan OJK dan FK-LJK Kalsel

DPRD Kalsel Minta GTPP Covid-19 Laporkan Anggaran Penanganan Covid-19

VIDEO GTPP Covid-19 Kalsel Akan Ajukan Usulan Permintaan Mobil PCR

"Yang harus kita bedakan dua hal. Penemuan kasus itu sebenarnya kinerja. Sehingga, kita bisa melihat kasus sampai detail. Tapi menjadi diskinerja atau mengurangi kinerja kita, jika angka kematian tinggi," tandas Hanif Faisol Nurofiq.

Jadi, langkah Kalsel, harus menkan angka kematian. "Kalau penyebarannya dengan kondisi karakter dengan ketaatan seperti ini, kita akan susah bicara. Tapi ini keniscayaan yang harus dialami," kata dia.

Prediksi yang ada, lanjut dia, bulan ini dan minggu-minggu berikut akan terus bertambah dan semakin banyak.

"Tentunya, Gugus Tugas dengan menyiapkan lokasi karantina khusus bagi yang tidak berisiko usia dan tidak punya gejala penyerta," tandasnya.

Selain itu, GTPP Kalsel juga menyiapkan tempat atau pemeriksaan swab lebih banyak lagi, mulai RSUD Ulin, RSUD Ansari Saleh dan BBTKLPP, sehingga mempercepat proses penanganan Covid-19.

Secara umum dijelaskan Hanif, jika dilihat rata-rata, di Kalsel tingkat penularan awal (R0) masih di angka 1 dan belum memenuhi syarat new normal. "Tapi, konsep new normal sudah kami siapkan," imbuh dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved