Kisah Pelatih Merangkap Atlet di Kalsel

Dulu Panahan Berjaya, Kini Ali Merangkap Jadi Pelatih Sekaligus Atlet di Tanah Bumbu

Prestasi panahan Kalsel stagnan bahkan hampir tidak ada lagi prestasi yang diraih.

istimewa
Ali kini dipercaya menjadi pelatih Tanah Bumbu, dia pun juga merangkap menjadi atlet andalan. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Cabang olahraga panahan sempat mengalami masa keemasan di era jaya di tahun 1990 an.

Para Srikandi Banua mampu bersaing dengan sejumlah pemanah terbaik tanah Air.

Namun seiring berjalannya waktu prestasi panahan Kalsel stagnan bahkan hampir tidak ada lagi prestasi yang diraih.

Regenerasi pemanah pun mandeg, pemanah yang pernah jaya seperti Nana Hudia, Lilis, M Ali dan Mahli tidak pernah pernah muncul di kancah nasional.

Liga Inggris : Tim Premier League Bisa Ganti Pemain 5 Kali

Kini harapan kebangkitan panahan Banua digantungkan pada Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengrov Perpani) Kalimantan Selatan kepada pelatih sekaligus pemanah senior Muhammad Ali.

Ali kini dipercaya menjadi pelatih Tanah Bumbu, dia pun juga merangkap menjadi atlet andalan.

Ali mengatakan untuk kelas panahan tradisional putri di beberapa event nasional selalu memberikan medali baik itu emas maupun perak.

"Dulu panah tradisional kita sangat disegani setiap lawan-lawan di daerah utamanya tim Putri karena setiap tampil selalu memberikan gelar juara," kata Ali.

Namun kini, kata Ali, setelah era pemanah putri Nana Hudia pensiun praktis tidak ada lagi prestasi nasional yang bisa diraih.

Mengenai penyebabnya, pelatih panah Tanah Bumbu ini menjelaskan nomor panahan tradisional tidak diperlombakan lagi di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Halaman
12
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved