Ekonomi dan Bisnis

Per Mei 2020 Kalsel Alami Inflasi 0,13 Persen, Berikut Komoditas Pendorong Inflasi

Per Mei 2020, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami inflasi sebesar 0,13 persen month to month (mtm)

Istimewa/KPw BI Kalsel
KPw BI Kalsel jelaskan perkembangan terkini ekonomi Kalsel, melalui Live Streaming di kanal Youtube KPw BI Kalsel, Jumat (5/6/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Per Mei 2020, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami inflasi sebesar 0,13 persen month to month (mtm), deflasi 0,06 persen year to date (ytd) dan inflasi 1,03 persen year on year (yoy).

Hal ini dijabarkan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Kalsel, dalam kegiatan bincang bersama media via live streaming kanal youtube, Jumat (5/6/2020).

Terdapat tiga kota penghitung inflasi di Kalsel, yaitu Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru. Pada Mei 2020, inflasi bersumber dari seluruh kota penghitung inflasi yaitu Banjarmasin inflasi sebesar 0,11 persen (mtm), Tanjung inflasi sebesar 0,10 persen, (mtm), dan Kotabaru inflasi sebesar 0,28 persen (mtm).

"Berdasarkan komoditas pendorong inflasi, bersumber dari bawang merah, daging ayam ras, beras, pepaya dan ikan patin. Adapun komoditas yang menahan inflasi dengan andil terbesar adalah telur ayam ras, gula pasir, bawang putih, ikan gabus dan semangka," jelas Kepala KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring kepada Banjarmasinpost.co.id.

Cegah Inflasi, Dishut Kalsel Distribusikan Ratusan Ribu Bibit Lombok

VIDEO Harga Gula Picu Inflasi di Kotabaru, Melambung hingga Rp 21 Ribu

Bayam Penyebab Inflasi Terbesar di Kotabaru, Sejumlah Komoditas Mengalami Penurunan 0,38 Persen

Sedangkan berdasarkan kelompok, inflasi di Kalsel bersumber dari kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen (mtm), disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,41 persen (mtm) serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,10 persen (mtm).

Pencapaian inflasi Kalsel hingga Mei tersebut lebih rendah dibanding sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0±1 persen. Namun demikian inflasi Kalsel di keseluruhan tahun 2020 diprakirakan terkendali sesuai sasaran inflasi nasional yaitu 3,0±1 persen.

Ia nenambahkan, secara umum pasokan pangan di Kalsel masih terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kelangkaan terjadi untuk bawang merah akibat keterbatasan pasokan sehingga harga meningkat. Di sisi lain, meskipun pasokan beras unggul mencukupi seiring masuknya musim panen, namun khusus Kalsel perlu diwaspadai preferensi masyarakat yang lebih suka mengkonsumsi beras lokal yang dapat memicu kenaikan harga beras," imbuhnya.

Diuraikannya, pasokan beras mencukupi sejalan dengan panen beras unggul. Posisi pasokan secara umum dapat memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun dan beras tersebut akan didistribusikan ke wilayah lain, khususnya Kaltim dan Kalteng.
Untuk minyak goreng, pasokannya dapat memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.

"Harga gula pasir yang sempat melambung, sekarang harga berangsur normal seiring dengan bertambahnya pasokan. Pasokan gula pasir masih terus diperkuat melalui tambahan pasokan dari Lampung," kata Amanlinson.

Sementara pasokan tepung terigu mulai menipis dan pasokan bawang merah cenderung defisit akibat minimnya pasokan dari sentra produksi yakni Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat yang mengalami gagal panen.

Kawal Stabilisasi Inflasi, Gubernur Kalsel Siapkan 1 Juta Bibit Cabai

Ikan Gabus Masih Jadi Pendorong Inflasi, BI Kalsel Harapkan Stakeholder Bentuk Klaster

Selanjutnya, ketersediaan pasokan bawang putih menipis, namun pengiriman dari Surabaya dan Jakarta terus dilakukan sehingga harga cenderung berangsur normal.

"Untuk daging ayam ras, pasokan dalam keadaan surplus walaupun mulai mengalami penurunan. Permintaan yang mulai meningkat berdampak pada kenaikan harga. Serta telur ayam ras, saat ini pasokan sebanyak 3.632 ton yang dapat mencukupi hingga tiga bulan ke depan," tukasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved