Tajuk

Atensi Presiden

Presiden Jokowi sampai memberi perhatian pada perkembangan kasus Covid-19 di Kalsel, selain kepada Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA yang murung, ada yang anggap biasa biasa. Ada juga yang menyebut sebagai parameter dari sebuah kinerja. Mungkin, begitulah situasi sekarang, terkait dengan jumlah warga yang positif terpapar virus corona atau Covid-19 mencapai 1.000 sekian di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Presiden Jokowi sampai memberi perhatian pada perkembangan kasus Covid-19 di Kalsel, selain kepada Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang juga terbilang tertinggi. Dia meminta Gugus Tugas supaya fokus di tiga daerah ini untuk menekan laju penyebaran virus tersebut. Bisakah?

Dari sisi Gugus Tugas Kalsel, angka tinggi kasus Covid-19 bisa dipandang sebagai hasil kerja keras dalam hal penanganannya. Kalau tidak gerak cepat mendeteksi, ya tidak ketahuan jumlahnya dan akan akan lebih sulit menanganinya. Bisa berakibat, lebih banyak kematian. Sedangkan kalau tahu jumlah, setidaknya bisa segera menyelamatkan yang lain, menelusuri siapa lagi yang rawan berpotensi terpapar untuk kemudian dirawat, diobati. Bagian dari upaya mencegah angka kematian agar tidak melonjak.

Bagaimana pandangan masyarakat ? Ada yang makin waswas dengan semua jumlah kasus Covid-19 dan penyebarannya, ada yang biasa saja, ada yang optimistis akan beraktivitas normal lagi dengan menaati segala anjuran supaya tidak terpapar, tapi ada pula yang tidak menaati. Ini pula yang dikhawatirkan Gugus Tugas, terutama yang bersikap abai terhadap bahaya terpapar. Lebih tepatnya, khawatir kalau tiba-tiba yang abai akan melonjak yang berpengaruh pada kumulatif kematian.

Sementara, kenyataan, sarana dan prasarana untuk tes swab saja, masih minim. Kemarin, antrean untuk menunggu hasil tes di Kota Banjarmasin, hampir mencapai 700 orang. Mereka harus menanti kabar apakah positif atau negatif.

Bila kematian lebih banyak dari pada kasus positif, inilah yang harus dipikirkan bersama. Tidak hanya bagi Gugus Tugas, tapi juga menjadi bagian yang harus dipikirkan oleh masyarakat, pejabat, ASN sebagai teladan, DPRD, semua. Tanggung renteng, tinggal di wilayah yang sama, ya bisa sama-sama menanggung dampak.

Semoga saja, usulan Kalsel disetujui BNPB dalam hal mobil laboratorium tes PCR. Kalau dapat, mungkin antrean tidak lagi 600-an orang. Lebih cepat tertangani kasus Covid-19 nya. Semoga juga, Gugus Tugas Pusat dan kementerian terkait benar-benar fokus membantu Kalsel. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved