Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Pasien Covid-19 Lambat Pulang, Ini Kata RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin

Keterbatasan alat tes PCR di Kalsel membuat pasien lambat pulang dari perawatan di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin karena lama menunggu hasilnya.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
RSUD Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga merawat pasien Covid-19, Sabtu (6/6/2020). 

Editor:   Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keterbatasan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kalimantan Selatan ( Kalsel ) ternyata menjadi salah satu kendala dalam pemulangan pasien kasus Covid-19.

Diketahui, pemeriksaan PCR dilakukan untuk mengetahui diagnosis pasien apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Bila hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif, maka pasien pun dinyatakan Covid-19 dan selanjutnya menjalani perawatan.

Setelah menjalani perawatan bahkan juga sembuh, si pasien pun harus kembali menjalani pemeriksaan PCR. Apabila negatif,  maka baru bisa dipulangkan. 

Menjadi kendala adalah keterbatasan alat PCR di Kalsel. Hingga hari ini, baru ada satu saja yang bisa dipergunakan, yakni yang berada di Banjarbaru. 

VIDEO GTPP Covid-19 Kalsel Akan Ajukan Usulan Permintaan Mobil PCR

Limbah Covid-19 RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Dimusnahkan di Sini

Penderita Covid-19 Bertambah, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Tambah Tempat Tidur

Brigjen Mohamad Agung Budi Jabat Wakapolda Kalsel, AKBP Lalu Jadi Kapolres Batola

Terdampak Pandemi Covid-19, Investasi PMA di Kalsel Lesu

Komisi IV DPRD Kalsel Sarankan Pemerintah Stop Bicara New Normal

Begitu banyaknya yang diperiksa, sementara alatnya terbatas, tak heran karenanya hasil pemeriksaannya pun juga menjadi terlambat dan turut berdampak juga pada kepulangan pasien dari tempat perawatan. 

Dan hal ini pun juga diakui oleh Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah, Banjarmasin, yakni dokter Sukotjo Hartono,  kepada Banjarmasinpost.co.di, Sabtu (6/6/2020). 

"Untuk sementara, kan masih dikirim ke Banjarbaru semua. Kami dengar, di sana overload karena terlalu banyak yang diperiksa,  sehingga yang harusnya bisa sekitar lima hari jadi molor seminggu dan bahkan dua minggu. Ini berpengaruh juga terhadap kepulangan pasien yang sudah membaik secara klinis, tapi karena hasil PCR nya belum keluar terpaksa harus menunggu," urai dia.

Dokter Sukotjo menambahkan bahwa di RSUD Sultan Suriansyah ada pasien yang secara klinis sudah membaik namun masih menunggu hasil pemeriksaan PCR ini.

Halaman
12
Penulis: Frans Rumbon
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved