Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020 - KPU Banjarmasin Belum Pastikan Kebutuhan Dana Tambahan untuk Pemilihan

Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah menyatakan masih perlu menggodok secara internal menentukan apakah memang diperlukan penambahan anggaran

KPU Banjarmasin Untuk Bpost
Jajaran Anggota KPU Kota Banjarmasin bersama Sekretaris KPU Kota Banjarmasin 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel berencana mengusulkan tambahan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel kurang lebih sebesar Rp 50 hingga Rp 60 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalsel.

Dimana rencana pengusulan tambahan anggaran tersebut diperhitungkan agar bisa mengakomodir protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan-tahapan pemilihan yang akan kembali dimulai 15 Juni 2020.

Terpisah, kurang lebih satu minggu sebelum tahapan pemilihan kembali dimulai, KPU Kota Banjarmasin belum menentukan apakah juga akan mengusulkan penambahan anggaran atau tidak.

Tanpa Editan, Ini Penampakan Gerhana Bulan Penumbra Yang Terjadi Sabtu 6 Juni 2020

Kantor Ruben Onsu Horor Suara Misterius Terungkap, Editor Rans Raffi Ahmad Ketakutan

Panduan Cara Pembayaran UTBK-SBMPTN 2020 via Bank Mandiri, BNI dan BTN

Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah menyatakan pihaknya masih perlu menggodok secara internal menentukan apakah memang diperlukan penambahan anggaran atau tidak untuk pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Tahun 2020.

Namun Rahmiyati memastikan pihaknya akan melakukan rekonsktruksi anggaran untuk mengakomodir protokol kesehatan dalam masing-masing tahapan pemilihan.

Salah satu hal paling mendasar dalam pelaksanaan pemungutan suara di masa pandemi menurut Rahmiyati adalah dikuranginya kapasitas maksimal jumlah pemilih di setiap TPS dari sebelumnya 800 orang menjadi hanya 500 orang.

Karena itu, Ia memperkirakan diperlukan ada penambahan jumlah TPS di Kota Banjarmasin.

"Kalau sebelumnya yang dirumuskan di Banjarmasin 1.150 TPS. Tapi kemungkinan akan ditambah menyesuaikan perubahan kapasitas maksimal setiap TPS," kata Rahmiyati.

Meski demikian, Ia menegaskan tetap akan mengutamakan konsep efisiensi dalam perumusan dan penggunaan anggaran mengingat kemampuan keuangan Pemerintah Kota Banjarmasin pun sudah cukup banyak tersedot untuk upaya penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19.

Diketahui, sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang disepakati Pemerintah Kota Banjarmasin dan KPU Kota Banjarmasin, anggaran penyelengaraan pemilihan di Kota Seribu Sungai sebesar Rp 32,8 miliar.

Dimana dari jumlah tersebut, empat puluh persen diantaranya yaitu sebesar kurang lebih Rp 13 miliar sudah sempat dicairkan untuk pelaksanaan sederet tahap pemilihan.

Namun belakangan penggunaan anggaran tersebut sempat dihentikan sementara seiring ditundanya pelaksanaan tahapan-tahapan pemilihan akibat pandemi Covid-19.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved