Breaking News:

Kisah Inspiratif

Rangkul Pengrajin, Andrianto Pasarkan Produk Loksado, Bakul Dayak Jadi Oleh-oleh untuk Tamu

Metha adalah wadah karya pengrajin HSS yang dikelola Andrianto, PNS di Sekretariat Daerah HSS.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Barang kerajinan itu berasal dari para pengrajin di Kecamatan Loksado, Kota Kandangan dan Kecamatan Daha. 

Sedangkan Metha adalah wadah karya pengrajin HSS yang dikelola Andrianto, PNS di Sekretariat Daerah HSS.

Sejak 2015, pria asal Malang ini menggandeng pengrajin-pengrajin yang menjadi binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian HSS.

Andri sebelumnya pegawai di Bidang Perindustrian dinas tersebut.

Puluhan jenis produk suvenir dan barang kerajinan terpajang di sanggar Metha depan rumahnya.

Ditemui pada Jumat (5/6), Andri berbagi cerita soal ketertarikannya memasarkan barang etnik dari HSS.

“Semua produk di sini hasil karya setengah jadi dari pengrajin yang saya finishing sebelum dipasarkan,” katanya.

Kecintaan pada barang seni kerajinan memotivasi Andri dan istrinya untuk mengeksplore kekayaan seni dan budaya HSS.

Andri ingin memperkenalkan produk kekayaan alam dan budaya HSS yang menurutnya luar biasa beragam dan belum tereksplore secara maksimal.

Andri pun menggandeng 20 pengrajin di Desa Hulu Banyu, Loksado.

Daerah ini memang kaya potensi bambu dan kayu sebagai bahan aneka anyaman dan miniatur.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved