Lifestyle

Rindu Pembelajaran Tata Muka, Dosen Cantik Ini Sebut Tak Bisa Rasakan Ini

Putri Kartika Sari Dosen AAK Borneo Lestari Banjarbaru ini mengaku rindu pembelajaran tatap muka.

istimewa
Putri Kartika Sari, Dosen AAK Borneo Lestari Banjarbaru. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pandemi covid 19 yang sudah melanda dunia semenjak awal tahun 2020, membuat manusia harus mengurung diri di rumah saja dan melaksanakan segala aktivitas dari dalam rumah.

Hal ini berdampak pula terhadap Putri Kartika Sari.  Dosen AAK Borneo Lestari Banjarbaru ini harus belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan baru yaitu mulai mengenal lebih banyak media pembelajaran yang bersifat daring.

"Kalau sebelumnya internet paling banyak saya gunakan untuk mencari bahan jurnal dan bersosial media, sekarang, dengan bantuan aplikasi video/foto editor bahkan meeting conference banyak dikenalkan untuk memudahkan terhubung satu sama lain meskipun di rumah saja," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (7/6/2020).

Meski dalam kondisi Pandemi, pengajaran tetap bisa lakukan meskipun dari rumah, namun dengan gaya mengajar yang berbeda.

Masih Pandemi Covid-19, ULM Lanjutkan Pemberlakuan Kuliah Daring

Waket Komisi III DPRD Kotabaru Usulkan Pemerintah Subsidi Internet Siswa Belajar Daring

Puluhan Sekolah di Tala Lakukan PPDP Daring, Pendaftar Punya Kesempatan ini

Jika dulu, ia hanya tinggal masuk kelas dan berbicara menjelaskan langsung di depan kelas, sekarang harus menggunakan media ajar yang bisa di-daringkan kepada mahasiswa.

"Hal ini menjadi lebih berat saya rasakan, karena harus berpikir ekstra bagaimana caranya supaya materi perkuliahan "rasanya sama" ditangkapnya oleh mahasiswa," ungkaP Kartika.

Terlebih kini, yang diajar adalah para generasi Z, yang sudah sangat familiar dengan teknologi, maka iapun berusaha untuk melakukan pendekatan dengan teknologi dalam hal belajar mengajar.

Namun, menurutnya, tak dapat dipungkiri  tidak semua mahasiswa tinggal di wilayah yang sinyal internet dapat dengan mudah dijangkau.

"Kalau sudah kondisi mahasiswa seperti itu, saya biasanya menggunakan media platform whatss app grup atau schoology untuk tetap berinteraksi dengan mahasiswa yang saya ajar," tambahnya.

Kedua media tersebut menurutnya dari sisi kuota, tidak terlalu boros dan sangat memudahkan untuk melakukan diskusi perkuliahan yang harus dijalankan dalam tiga bulan terakhir.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved